Menkominfo: Indonesia harus bersaing secara global di era digital
"Revolusi aktivitas ekonomi dari tradisional ke digital akan meningkatkan kecepatan transaksi."
Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara, menegaskan revolusi digital yang saat ini tengah dirasakan, ada baiknya juga mampu berdampak sebagai penopang pertumbuhan ekonomi negara ke depannya. Hal itu diungkapkannya saat acara diskusi Indonesia Cellular Show (ICS) yang bertema Sharing Economy, Disruptive or Solution, belum lama ini.
"Revolusi digital akan kita alami ke depannya dan kita harus berani menopang pertumbuhan ekonomi bangsa dengan salah satunya digitalisasi," kata Rudiantara.
Menurutnya, industri teknologi menjadi tumpuan era digital yang mengubah gaya hidup seluruh umat manusia. Revolusi aktivitas ekonomi dari tradisional ke digital akan meningkatkan kecepatan transaksi dan efisiensi proses ekonomi.
"Ke depan pertumbuhannya akan ada aplikasi digital dan e-commerce. Kita harus membuat Indonesia mampu bersaing di global," tegasnya.
Sebagaimana diketahui, dari sisi e-commerce, diprediksikan pada tahun 2020 nilai transaksinya bisa mencapai angka USD 130 miliar. Angka itu akan terealisasi jika berjalan sesuai dengan road map yang nantinya ditetapkan.
Di sisi lain, industri telekomunikasi pun kini sedang mengalami fase pertumbuhan. Bahkan, industri ini berada pada tingkatan ketiga dari seluruh sektor industri.
"Pada kuartal Q1 2016, industri telekomunikasi dan media tumbuh 3,8 persen setelah perbankan yang mencapai pertumbuhan 12 persen. Di lima tahun mendatang industri kita ini bisa mendapatkan nilai tambah dari aplikasi," ungkapnya.
Baca juga:
Perlu banyak program pre-startup untuk genjot 1000 startup di 2020
BeKraf bantu tingkatkan keberhasilan Pre-Startup
Tokopedia gelar promo gratis ongkir
Situs e-commerce Pasar Tanah Abang targetkan jumlah transaksi 120M
Menkominfo dukung kolaborasi LKPP dengan 4 perusahaan e-commerce
Nama brand di internet harus mudah diingat