Harga HP Diprediksi Makin Mahal pada 2026, Ini Penyebabnya
Penyebabnya adalah lonjakan permintaan memori untuk kecerdasan buatan (AI).
Industri smartphone bersiap menghadapi tahun yang berat. Krisis chip memori yang kian parah disebut-sebut menjadi pemicu biaya produksi melejit.
Dengan demikian, secara tidak langsung memaksa produsen terutama di segmen menengah dan murah untuk menaikkan harga.
Apa penyebabnya? Penyebabnya adalah lonjakan permintaan memori untuk kecerdasan buatan (AI). Permasalahan inilah yang menjadi pemicu utama kekacauan yang mengguncang rantai pasokan global.
Krisis Chip Memori
Kelangkaan chip memori yang melanda pasar global semakin menggigit. Permintaan yang melonjak dari perusahaan-perusahaan AI seperti Nvidia membuat pasokan DRAM dan NAND flash tersedot habis, meninggalkan industri elektronik konsumen dalam kondisi sulit.
Mengutip Red94, Jumat (12/12), Counterpoint Research memproyeksikan harga memori naik 30 persen pada kuartal IV 2025 dan berpotensi melonjak lagi 20 persen pada awal 2026.
Ditambah lagi, tekanan harga makin terasa setelah Samsung disebut menaikkan tarif chip memori hingga 30–60 persen pada November 2025, sementara laporan TrendForce mencatat permintaan kontrak NAND melonjak 60 persen.
Sayangnya, ketika permintaan tinggi, stok memori smartphone justru berkurang. Turun drastis hingga tinggal cukup untuk 4 minggu, rekor terendah terutama untuk ponsel murah. Lantas, apa dampaknya?
Dampaknya kini mulai terlihat jelas. Harga rata-rata smartphone 2026 diproyeksikan naik ke USD 465 dari USD 457. HP murah di bawah USD300 terancam naik 20–30 persen pada pertengahan 2026.
Produsen ponsel asal Tiongkok seperti Xiaomi dan Realme menjadi pihak paling rentan karena tidak memiliki daya tawar sebesar Apple atau Samsung.
Dengan persediaan yang menipis dan harga komponen yang meroket, produsen di segmen ekonomis hampir mustahil menahan lonjakan biaya.
Xiaomi Ikut Bersiap
Xiaomi secara terbuka memperingatkan bahwa harga perangkatnya akan naik pada 2026. Presiden Xiaomi, Lu Weibing, menyebut bahwa perusahaan telah mengamankan pasokan memori untuk tahun depan, namun kenaikan biaya komponen tidak bisa dihindari.
Mengutip Bloomberg, Xiaomi bahkan sudah mulai menaikkan harga HP flagship seperti seri 17 sebagai respons awal terhadap meningkatnya biaya memori.
Peringatan Xiaomi datang menyusul sinyal bahaya dari SMIC yang menyebut bahwa kekurangan memori dapat menghambat produksi mobil dan perangkat elektronik pada 2026.
Kompetisi memperebutkan pasokan semakin sengit karena perusahaan chip besar seperti SK Hynix dan Samsung kini memprioritaskan komponen untuk akselerator AI milik Nvidia, bukan elektronik konsumen.
Meski begitu, Xiaomi tetap bergerak ke segmen premium dan berhasil mencatat kinerja positif. Laporan keuangan terbaru perusahaan menunjukkan pendapatan yang melampaui ekspektasi, termasuk divisi kendaraan listrik yang mencatatkan keuntungan untuk pertama kalinya.
Pada akhirnya, industri smartphone berada dalam posisi serba sulit hingga menaikkan harga secara signifikan atau menghadapi margin keuntungan yang menyusut drastis.
Dan bagi konsumen, 2026 tampaknya akan menjadi salah satu tahun paling menantang untuk membeli smartphone baru.
Reporter Magang: Ahmad Subayu