Go-Jek buat penasaran pejabat Brasil
Go-Jek buat penasaran pejabat Brasil. Nama Go-Jek kabarnya telah terdengar hingga ke penjuru dunia, termasuk di Brasil. Hal itu diketahui saat Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara menghadiri pertemuan G20 Digital Minister Meeting di Dusseldorf, Jerman. Saat itu Menkominfo bertemu dengan Secretary
Nama Go-Jek kabarnya telah terdengar hingga ke penjuru dunia, termasuk di Brasil. Hal itu diketahui saat Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara menghadiri pertemuan G20 Digital Minister Meeting di Dusseldorf, Jerman. Saat itu Menkominfo bertemu dengan Secretary for Informactics Policy Brasil, Maximiliano Martinhão pada acara tersebut setelah melakukan pemaparan.
"Masyarakat Brasil tahu Go-Jek dari pemberitaan di media. Mereka sangat tertarik bagaimana sistem Go-Jek bekerja untuk mengatasi persoalaan yang ada," terangnya seperti yang dikutip dari laman Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), Senin (10/4).
Menanggapi antusiasime pejabat dari Brasil tersebut, Menkominfo juga menjelaskan mengenai bagaimana Gojek, Tokopedia, OLX, Halo Doc dan platform lainnya membawa inovasi teknologi digital untuk membantu masyarakat dalam mengurangi Gini Ratio.
Penyelenggarakan program-program inkubasi dan pengembangan beragam model bisnis ekonomi digital terbukti praktis, efektif, dan scalable untuk mengurangi ketimpangan pendapatan dan kesejahteraan, melalui pemberdayaan UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah).
Sebagaimana diketahui, saat ini negara-negara, baik yang sedang berkembang maupun yang telah maju, menghadapi permasalahan besarnya kesenjangan distribusi. Hal ini terpancar dari Gini Ratio negara-negara anggota G20, termasuk Indonesia. Kesenjangan distribusi kesejahteraan yang tinggi berdampak pada angka pengangguran yang naik dan miskinnya kesempatan.
"Kita harapkan pertemuan G20 Digital Ministers Meetings ini akan memberikan fokus pada solusi digitalisasi dengan model bisnis yang inovatif melalui sharing ekonomi, financial inclusion, dan workforce digitalisation untuk mengurangi kesenjangan distribusi kesejahteraan," kata pria yang akrab disapa Chief RA itu.
Baca juga:
Berkat aplikasi hoax, anak ITB lolos final lomba besutan Microsoft
Printerous: Target kami bisa untung!
6 Cara efektif maksimalkan Facebook Page untuk bisnis Anda!
Frame A Trip, startup baru besutan Dian Sastrowardoyo
Misbakhun: Tak bayar pajak, Bigo Live harus diblokir
Sempat tepis kabar diakuisisi, akhirnya Kudo sah dimiliki Grab
Bos Jualo: Teknologi seperti dua mata pisau