Cerita 11 Pria Tuli yang Jarang Diketahui Orang Ternyata Jadi Kunci NASA Bawa Manusia ke Ruang Angkasa
Gallaudet Eleven, 11 pria tuli, berperan penting dalam riset NASA memahami dampak nol gravitasi dan mabuk gerak pada tubuh manusia sejak 1950-an.
Keberhasilan misi Artemis II kembali menyoroti pentingnya eksplorasi manusia ke ruang angkasa. Di balik kemajuan tersebut, muncul kembali kisah kelompok yang jarang dikenal publik, yakni Gallaudet Eleven.
11 pria tuli yang berkontribusi besar dalam riset awal adaptasi tubuh manusia di kondisi tanpa gravitasi.
Kelompok ini kembali menjadi perhatian setelah Nyle DiMarco membagikan kisah mereka di media sosial.
Para anggota Gallaudet Eleven diketahui terlibat dalam serangkaian eksperimen yang membantu NASA memahami dampak lingkungan mikrogravitasi terhadap tubuh manusia.
Eksperimen Ekstrem, Pahami Nol Gravitasi
Mengutip IFLScience, Selasa (21/4/2026), pada akhir 1950-an hingga awal 1960-an, dampak kondisi tanpa gravitasi terhadap tubuh manusia masih belum dipahami secara menyeluruh.
Dalam kondisi luar angkasa, manusia berada dalam keadaan jatuh bebas yang memengaruhi sistem vestibular di telinga bagian dalam, bagian penting untuk menjaga keseimbangan dan orientasi.
Untuk menjawab tantangan tersebut, NASA bersama sekolah kedokteran penerbangan Angkatan Laut Amerika Serikat merekrut 11 pria dari Gallaudet University, institusi pendidikan tinggi bagi penyandang tuli.
Para peserta, yang berusia 25 hingga 48 tahun, sebagian besar mengalami kehilangan pendengaran akibat meningitis sejak kecil.
Kondisi ini turut merusak sistem vestibular mereka, sehingga mereka tidak mengalami mabuk gerak, sebuah kondisi yang justru menjadi keunggulan dalam penelitian ini.
Selama sekitar satu dekade, mereka menjalani berbagai uji coba intensif. Beberapa di antaranya termasuk tinggal selama 12 hari di ruangan berputar dengan kecepatan tinggi serta menjalani simulasi gaya gravitasi menggunakan centrifuge.
Keunggulan Unik 11 Pria Tuli
Selain itu, mereka juga mengikuti penerbangan parabola yang dikenal sebagai “zero-gravity flight” atau “Vomit Comet” untuk mensimulasikan kondisi tanpa bobot.
Keunggulan mereka terlihat dalam berbagai pengujian. Dalam satu eksperimen di kapal feri di Nova Scotia yang menghadapi gelombang besar, para anggota Gallaudet Eleven tetap tenang beraktivitas, sementara tim peneliti mengalami mabuk laut hingga eksperimen harus dihentikan.
“Kami berbeda dengan cara yang mereka butuhkan,” ujar Harry Larson, seperti dikutip NASA.
Kontribusi kelompok ini menjadi bagian penting dalam pengembangan pemahaman tentang mabuk gerak dan respons tubuh manusia terhadap lingkungan luar angkasa, yang kemudian digunakan sebagai dasar dalam misi-misi antariksa modern.