LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. TEKNOLOGI

Begini kata panitia Harbolnas soal diskon palsu

Begini kata panitia Harbolnas soal diskon palsu. "Kalau menurut survei Nielsen tadi kan terlihat bahwa masyarakat malah makin percaya pada belanja online. Jumlah orang yang belanja mengalami kenaikan, pada 2015 cuma 50 persen, sedangkan di tahun 2016 mencapai 61 persen."

2016-12-19 17:27:55
Hari Belanja Online Nasional
Advertisement

Saat gelaran Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) tahun 2016 berlangsung, ternyata masih ada e-commerce yang menjual barang dengan diskon palsu.

Ketua Panitia Harbolnas 2016, Miranda Suwanto pun angkat bicara. Menurutnya, terkait diskon palsu yang dilakukan oleh salah satu e-commerce saat Harbolnas, pihaknya tak bisa melakukan banyak hal.

Pasalnya, dari Panitia Harbolnas 2016 sendiri sudah mengingatkan perihal itu kepada 211 peserta e-commerce yang ikut dalam gelaran ini. Namun, diakui tak bisa kenakan sanksi.

Advertisement

"Karena kami kumpulan dari berbagai e-commerce, jadi cuma bisa menghimbau saja kepada para peserta Harbolnas. Kami juga tidak punya kekuatan hukum dan tidak bisa memberikan sanksi," katanya usai acara konferensi pers pasca Harbolnas 2016 berlangsung di Jakarta, Senin (19/12).

Menurutnya, sudah seharusnya konsumen juga lebih cermat terhadap diskon abal-abal yang ditawarkan e-commerce. Berbelanja di online, juga membutuhkan kecermatan konsumen seperti berbelanja offline.

"Hal seperti itu juga mestinya kita lakukan saat belanja online," ujar Miranda yang juga menjabat sebagai SVP Strategic Partnership & Business Development Lazada Indonesia.

Advertisement

Meski begitu menariknya, persoalan itu tak berpengaruh terhadap minat konsumen untuk membeli barang saat Harbolnas. Hal itu terbukti dari riset Nielsen yang menyatakan naiknya nilai transaksi pada tahun ini, jika dibandingkan dengan Harbolnas 2015. Tercatat nilai transaksi Harbolnas tahun ini diestimasikan mencapai Rp 3,3 triliun.

"Kalau menurut survei Nielsen tadi kan terlihat bahwa masyarakat malah makin percaya pada belanja online. Jumlah orang yang belanja mengalami kenaikan, pada 2015 cuma 50 persen, sedangkan di tahun 2016 mencapai 61 persen," ujar dia.

Harbolnas sendiri diselenggarakan pertama kali pada tahun 2012 melalui inisiatif dari Lazada Indonesia, Zalora, Blanja, PinkEmma, BerryBenka dan Bukalapak. Pada tahun kelima Harbolnas ini, jumlah peserta naik sebesar 48,6 persen dari tahun lalu dan mengklaim menawarkan diskon hingga 95 persen.

Baca juga:
Harbolnas cetak peningkatan transaksi tapi target meleset
Harbolnas 2016 antara harapan dan realita, begini kata konsumen
Zalora: selama Harbolnas transaksi lewat mobile capai 80 persen
Peringati Harbolnas, pameran ini jual barang seharga Rp 121
BRI dan idEA selenggarakan Briliant idEA Market akhir pekan ini
Harbolnas 2016 digelar, begini kata netizen

(mdk/idc)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.