Manajemen Waktu Bisa Jadi Cara untuk Mencegah Munculnya Hipertensi
Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah Paskariatne Probo Dewi Yamin mengatakan, penyebab tingginya angka hipertensi, khususnya pada generasi milenial salah satunya adalah akibat stres karena pekerjaan. Selain itu, masalah tenggat waktu dan konflik dengan rekan kerja juga bisa menaikkan risiko tekanan darah tinggi.
Kepandaian mengatur waktu tak hanya berguna dalam menjalani aktivitas sehari-hari agar lebih efektif saja. Diketahui bahwa hal ini mampu menghadirkan sejumlah manfaat kesehatan terutama dalam mencegah hipertensi.
Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah Paskariatne Probo Dewi Yamin mengatakan, penyebab tingginya angka hipertensi, khususnya pada generasi milenial salah satunya adalah akibat stres karena pekerjaan. Selain itu, masalah tenggat waktu dan konflik dengan rekan kerja juga bisa menaikkan risiko tekanan darah tinggi.
"Misalnya hari ini saya ditugaskan menjadi pembicara di salah satu workshop, slide (presentasi) belum jadi, karena terkadang adrenalin baru terpacu menit-menit terakhir ya," kata Paska dalam konferensi pers di Jakarta.
"Akhirnya stres (karena) pekerjaan, begadang sampai malam menyelesaikan slide," imbuh Paska.
Dia mengatakan, selama ini kita sering menunda-nunda waktu menyelesaikan pekerjaan. Padahal, waktu yang ada sesungguhnya sangat banyak. Pekerjaan yang dikerjakan di saat-saat mendekati tenggat itulah yang bikin seseorang rentan kena stres dan hipertensi.
"Pola-pola itu yang sebenarnya tidak bagus. Jadi manajemen waktu itu harus bagus karena itu penting. Ketika kita bisa memanajemen waktu dengan baik, mengurangi stres terutama pekerjaan, kehidupan sehari-hari kita lebih terkontrol dan mengurangi risiko hipertensi, " kata Paska berpesan.
Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, prevalensi hipertensi di Indonesia sebesar 34,1 persen pada masyarakat Indonesia di atas 18 tahun. Angka ini mengalami peningkatan dari sebelumnya 26,5 persen pada 2013.
Paska mengatakan, gaya hidup yang buruk dan dilakukan banyak masyarakat menjadi faktor terbesar tingginya hipertensi. beberapa gaya hidup yang dimaksud seperti kurangnya aktivitas fisik, kebiasaan merokok, konsumsi makanan instan dan cepat saji yang mengandung monosodium glutamat, serta faktor psikososial seperti stres akibat pekerjaan.
"Maka dari itu, penting untuk meningkatkan awareness masyarakat dengan melakukan deteksi dini atau mengukur tekanan darah sendiri di rumah, apalagi sekarang sudah ada alat pengukur tekanan darah yang lebih memudahkan masyarakat dalam mengukur, jadi seharusnya tidak ada hambatan, " kata Paska.
Reporter: Giovani Dio Prasasti
Sumber: Liputan6.com
Baca juga:
Gaya Hidup Buat Anak Muda Saat Ini Lebih Banyak Terkena Hipertensi
Penderita Parkinson Sekaligus Hipertensi Perlu Sering Periksa Tekanan Darah
Manakah yang lebih berbahaya, hipotensi atau hipertensi?
Cara mudah mengendalikan hipertensi
Cegah hipertensi dengan beri pelukan orang tersayang
Jangan sepelekan hipertensi