LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. SEHAT

Empat Jenis Obesitas Perlu Dipahami, Tidak Semua Orang Obesitas Tampak Gemuk

Kenali empat tipe obesitas, termasuk yang tidak terlihat. Pahami tanda-tanda dan risikonya agar Anda dapat mencegah penyakit sejak awal.

Senin, 13 Apr 2026 20:23:00
obesitas
Ilustrasi Timbangan Berat Badan Credit: unsplash.com/iyunmai (© 2026 Liputan6.com)
Advertisement

Banyak orang masih beranggapan bahwa obesitas hanya berkaitan dengan berat badan yang berlebihan. Namun, seperti yang dijelaskan dalam laman PubMed Central di situs National Library of Medicine, obesitas adalah masalah yang jauh lebih rumit. Kondisi ini tidak hanya dipengaruhi oleh angka yang tertera di timbangan, tetapi juga oleh komposisi lemak tubuh, distribusinya, serta kondisi metabolisme individu. Dengan kata lain, seseorang dapat terlihat kurus atau memiliki berat badan yang normal, tetapi tetap bisa tergolong obesitas. Hal ini disebabkan oleh adanya jaringan lemak yang tidak sehat, yang dikenal dengan istilah adiposopathy, di mana lemak tubuh justru dapat memicu gangguan metabolik dan peradangan.

Apa saja 4 jenis obesitas? Berdasarkan penelitian ilmiah yang ada, para ahli mengelompokkan obesitas menjadi empat jenis utama. Berikut adalah penjelasan mengenai masing-masing jenis tersebut:

1. Normal Weight Obese (NWO)

Jenis obesitas ini sering kali tidak disadari oleh banyak orang. Seseorang mungkin memiliki berat badan yang normal menurut Indeks Massa Tubuh (IMT), namun persentase lemak dalam tubuhnya sangat tinggi. Kondisi ini berisiko karena lemak yang tersembunyi, terutama di area perut, dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya penyakit seperti diabetes dan gangguan jantung. Inilah sebabnya mengapa hanya mengandalkan angka timbangan tidak cukup untuk menilai kesehatan seseorang.

2. Metabolically Obese Normal Weight (MONW)

Jenis ini terlihat mirip dengan NWO, tetapi pada tipe ini, individu sudah menunjukkan adanya gangguan metabolik. Gangguan tersebut bisa berupa resistensi insulin, kadar gula darah yang tinggi, atau kolesterol yang tidak normal. Dengan kata lain, meskipun penampilan fisiknya kurus, kondisi tubuhnya menyerupai orang yang mengalami obesitas. Tipe ini sering kali disebut 'kurus tapi tidak sehat' karena tetap memiliki risiko penyakit yang tinggi.

Advertisement

3. Metabolically Healthy Obese (MHO)

Berbeda dari dua jenis sebelumnya, individu dengan tipe ini memiliki berat badan berlebih atau obesitas, tetapi tidak menunjukkan gangguan metabolik yang signifikan. Kadar gula darah, tekanan darah, dan profil lipid masih dalam batas normal. Meskipun tampak 'lebih aman', kondisi ini tetap perlu diwaspadai, karena bisa berubah menjadi tidak sehat jika gaya hidup tidak dijaga dengan baik.

4. Metabolically Unhealthy Obese (MUO)

Ini adalah jenis obesitas yang paling umum dan sekaligus paling berisiko. Selain memiliki kelebihan lemak tubuh, individu yang tergolong dalam kategori ini juga mengalami berbagai gangguan metabolik, seperti diabetes tipe 2, hipertensi, dan kolesterol tinggi. Dalam kondisi ini, jaringan lemak tidak hanya menumpuk, tetapi juga memicu peradangan kronis yang dapat berdampak luas pada kesehatan tubuh.

Advertisement
Advertisement

Mengapa penting untuk memahami jenis-jenis obesitas?

Ilustrasi Timbangan Berat Badan Credit: unsplash.com/iyunmai © 2026 Liputan6.com

Menurut penelitian yang dipublikasikan di PubMed Central, penilaian obesitas tidak dapat lagi hanya didasarkan pada Indeks Massa Tubuh (IMT). Distribusi lemak tubuh, khususnya lemak visceral yang terakumulasi di area perut, berperan penting dalam menentukan risiko terjadinya berbagai penyakit. Selain itu, terdapat kondisi yang dikenal sebagai adiposopathy atau 'lemak sakit', yang menunjukkan bahwa jaringan lemak dapat berfungsi secara aktif dalam metabolisme dan memicu berbagai penyakit kronis. Oleh karena itu, pemeriksaan yang lebih komprehensif seperti persentase lemak tubuh, ukuran lingkar pinggang, serta kondisi metabolik menjadi sangat penting untuk mendapatkan gambaran kesehatan yang lebih akurat.

Berita Terbaru
  • YouTube Mute Notifikasi Push dari Kreator Tak Aktif dengan Pengguna Dalam Satu Bulan, Ini Alasannya
  • Khoirudin Dicopot PKS, Paripurna Penggantian Ketua DPRD Jakarta Digelar 30 April
  • Harga Emas di Pegadaian Dijual Lebih Murah Hari Ini, Ada yang Rp1.487.000
  • Tragis, Petani Jerami Meninggal Dunia Tersambar Petir saat Berteduh di Sawah
  • Strategi Bank Indonesia Redam Ancaman Inflasi Usai Kenaikan Harga BBM Non Subsidi
  • berita paham
  • konten ai
  • obesitas
Artikel ini ditulis oleh
Editor Muhamad Agil Aliansyah
A
Reporter Aditya Eka Prawira, Redaksi Merdeka
Disclaimer

Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

Advertisement
Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.