Banyak Anak Bisa Buat Potensi Penyakit Jantung Meningkat
Diketahui bahwa orangtua yang memiliki banyak anak bisa mengalami masalah pada kesehatan jantung mereka. Secara khusus, disebut bahwa orangtua dengan anak lima atau lebih memiliki risiko lebih besar dibanding yang hanya memiliki satu hingga dua anak.
Pada masyarakat Indonesia, terdapat pepatah yang menyebut bahwa 'banyak anak, banyak rejeki'. Namun jika dilihat dari sudut pandang kesehatan, sebuah penelitian terbaru menyebut bahwa semakin banyak anak justru dapat memunculkan masalah kesehatan.
Dilansir dari The Health Site, diketahui bahwa orangtua yang memiliki banyak anak bisa mengalami masalah pada kesehatan jantung mereka. Secara khusus, disebut bahwa orangtua dengan anak lima atau lebih memiliki risiko lebih besar dibanding yang hanya memiliki satu hingga dua anak.
Dalam penelitian ini, tim peneliti mempelajari data dari sekitar 25 ribu partisipan yang berusia 50 tahun ke atas. Hasil temuan ini sendiri telah dipublikasikan pada Journal of Aging and Health.
"Banyak penelitian yang menghubungkan karakteristik reproduktif wanita seperti usia pada kelahiran anak pertama dengan risiko penyakit jantung pada masa mendatang. Namun tidak banyak diketahui hubungan antara jumlah anggota keluarga dengan penyakit jantung, dan lebih sedikit lagi yang mempelajari bagaimana peran sebagai ayah berhubungan dengan risiko penyakit jantung pada pria," jelas Sara Hipp, peneliti dari studi tersebut.
Tim peneliti menemukan bahwa 30 persen orangtua yang memiliki anak lima atau lebih memiliki masalah jantung seperti penyakit jantung koroner, angina, atau gagal jantung. Hal ini hanya dialami oleh 22 persen orang dengan satu atau dua anak, serta 21 persen pada mereka yang tak memiliki anak.
"Data kami menunjukkan bahwa pada kedua jenis kelamin, memiliki lebih banyak anak dihubungkan dengan semakin besarnya risiko penyakit jantung," jelas Hipp.
Hubungan ini tetap muncul walaupun dibuat perbedaan dalam karakteristik yang berhubungan dengan risiko penyakit jantung seperti usia, ras, etnik, dan tempat lahir. Pada wanita, hubungan juga tetap muncul walaupun telah dilakukan pembedaan pada variabel gaya hidup seperti apakah mereka merokok atau berolahraga paling tidak dua kali seminggu.
Baca juga:
Obesitas Ternyata Bisa Picu Seseorang Mengalami Puber Sebelum Waktunya
Kandungan Gula pada Minuman Bersoda Bisa Picu Munculnya Kanker
Kebiasaan Minum Teh Terlalu Panas Bisa Picu Munculnya Kanker
Ini Kata yang Lebih Sering Diucapkan oleh Seseorang Ketika Sedang Stres
Kenali Lama Jam Tidur Ideal Berdasar Usia Seseorang
Butuh Penelitian Panjang untuk Teliti Manfaat Ganja bagi Kesehatan