LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Wasekjen Demokrat Andi Arief Dapat Informasi Perusak Bendera Orang Suruhan PDIP

Kepolisian Kota Pekanbaru telah mengamankan satu orang terduga pelaku pengrusakan baliho Partai Demokrat di Pekanbaru Riau. Menurut Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief terduga pelaku telah mengaku bahwa ia diperintah oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) untuk melakukan pengrusakan tersebut.

2018-12-15 18:45:55
Bendera Demokrat
Advertisement

Kepolisian Kota Pekanbaru telah mengamankan satu orang terduga pelaku pengrusakan baliho Partai Demokrat di Pekanbaru Riau. Menurut Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief terduga pelaku telah mengaku bahwa ia diperintah oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) untuk melakukan pengrusakan tersebut.

"Keterangan pelaku perusakan yang ditangkap DPC Demokrat malam tadi menyebut dia disuruh Pengurus PDIP. Info awal itu terlalu gegabah jika dipercaya begitu saja. Selama ini hubungan kami baik. Tugas polisi menyimpulkannya. Tidak ada alasan, pelakunya ada. Beda dengan kasus lain," kata Andi dalam akun Twitternya, Sabtu (15/12).

Menurutnya terduga pelaku juga tidak melakukan aksinya sendirian. Kata dia, pelaku itu terbagi dari beberapa kelompok.

Advertisement

"Dari pengakuan orang ditangkap oleh polisi, jumlah perusak atribut partai Demokrat ada 35 orang yang dibagi dalam 5 kelompok, satu regu 7 orang. Mereka dibayar 150 ribu/orang. Yang menyedihkan, pemberi order dari Partai berkuasa," ungkapnya.

Andi sedikit menjelaskan, cara pengerusakan seperti itu bahkan tidak digunakan pada masa orde baru. Dia menambahkan orang politik memiliki cara yang lebih elegan dalam mengatasi masalah pemasangan alat peraga kampanye.

"Atribut PPP dan PDI tetap diberi kesempatan tampil. Tidak dirusak massal. Cara Orde Baru atau Golkar waktu itu membuat atribut di tempat yang sama dengan lebih besar dan menutupi atribut PPP dan PDI. Itu cara orang politik. Bukan dengan merusak," ungkapnya.

Advertisement

Meski begitu, ia menegaskan bahwa partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono ini tidak akan meladeni provokasi murahan dengan merusak atribut. Dia juga yakin Polisi akan profesional dalam menangani kasus tersebut.

Baca juga:
Kadernya Dituding Rusak Bendera Demokrat, Hasto Bilang 'Itu Bukan Watak PDIP'
Bendera Demokrat Dirusak, Timses Duga Ada yang Mau Adu Domba SBY dengan Jokowi
Hasto Sebut Riau Bukan Basis PDIP, Tuduhan Demokrat 'Playing Victim'
Hasto Menduga ada Penyusup terkait Kasus Perusakan Bendera Demokrat
Setelah Lapor Polisi, Demokrat akan Laporkan Perusakan Bendera ke Bawaslu

(mdk/bal)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.