LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Wakapolri sebut kini kasus Novel Baswedan tak cuma ditangani Polisi

Sudah satu tahun berlalu kasus penyiraman air keras ke wajah penyidik senior KPK Novel Baswedan terjadi. Tapi, hingga kini Polri belum berhasil mengungkap siapa pelaku dan aktor intelektual teror terhadap penyidik senior di lembaga antirasuah itu.

2018-04-13 13:45:24
Kasus Novel Baswedan
Advertisement

Sudah satu tahun berlalu kasus penyiraman air keras ke wajah penyidik senior KPK Novel Baswedan terjadi. Tapi, hingga kini Polri belum berhasil mengungkap siapa pelaku dan aktor intelektual teror terhadap penyidik senior di lembaga antirasuah itu.

Wakapolri Komjen Pol Syafruddin menegaskan, kasus penyiraman terhadap Novel masih jalan terus. Malah, saat ini bukan hanya Polri yang menangani, tapi juga dibantu oleh lembaga lain.

"Itu jalan terus, itukan sudah Komnas HAM sudah gabung, Ombudsman sudah gabung, Polri sudah tidak melaksanakan sendiri, silakan saja diungkap," kata Syafruddin usai salat Jumat di Masjid Al-Ittihad, Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (13/3).

Advertisement

Namun, Syafruddin menekankan, pihaknya tidak angkat tangan dalam mengusut kasus tersebut. Termasuk perintah Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengusut tuntas kasus Novel.

"Polri ikut saja apa perintahnya, sekarang Komnas HAM masuk silakan, Ombudsman masuk, DPR masuk, sekarang semua unsur sudah masuk. Bukan ditangani Polri sendiri," tambah dia.

Advertisement

wakapolri komjen syafruddin di masjid al ittihad ©2018 Merdeka.com/endang saputra


Syafruddin mengakui memang saat ini banyak yang belum selesai ditangani Polri. Bukan hanya kasus Novel, dia mencontohkan kasus bom Dubes Filipina pada 1 Agustus 2001 hingga kini juga belum selesai.

"Memang banyak kasus yang belum terungkap, kasus bom Dubes filipina belum terungkap sampai sekarang, sudah berapa tahun?" jelas dia.

Terkait dengan dorongan pembentukan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF), Syafruddin enggan ikut berspekulasi akan hal itu.

"Bukan domain kita, wewenangnya kita hanya menginvestigasi," tutup dia.

Baca juga:
Kasus penyiraman Novel masih suram, Busyro Muqoddas sebut memalukan negara
Polri soal sosok jenderal di kasus Novel: Kita bukan dukun
Bamsoet minta seluruh pihak dorong penyelesaian kasus penyiraman Novel
Polisi tak tahu Novel sudah serahkan nama jenderal terlibat penyiraman
Istana minta Kapolri jelaskan ke publik perkembangan kasus Novel

(mdk/rnd)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.