LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Wacana setor Rp 20 M, Tim Akom bilang 'sama saja disuruh korupsi'

Bamsoet bilang biaya gelar munas Golkar di Bali pada 2014 lalu saja tak sampai Rp 10 miliar.

2016-04-13 11:32:11
Ade Komarudin Ketua DPR
Advertisement

Panitia Munaslub Golkar mewacanakan bagi setiap calon ketua umum Golkar untuk menyetor duit ke panitia sebesar Rp 20 miliar. Hal itu dilakukan sebagai upaya untuk mengantisipasi terjadinya politik uang atau jual beli suara.

Menanggapi hal tersebut, Timses Caketum Golkar Ade Komarudin (Akom), Bambang Soesatyo berang. Nominal sebesar Rp 20 miliar dianggap tidak relevan.

"Bagi kami di Tim Akom, ini bukan soal mampu atau tidak mampu memenuhi ketentuan tersebut. Tapi soal patut atau tidak patut," kata Bambang saat dihubungi, Jakarta, Rabu (13/4).

Menurut pria yang akrab disapa Bamsoet ini, jika panitia Munaslub mematok angka yang wajar bagi setiap calon ketua umum untuk menyetor ke panitia Munaslub, pihaknya memakluminya. Tetapi jika jumlahnya tidak wajar dan sampai sebesar Rp 20 miliar, dianggapnya sebagai kemunduran bagi partai sebesar Golkar.

"Sekali lagi, kalau kebijakan itu benar-benar dilaksanakan, itu sama saja para calon atau kandidat di suruh merampok atau korupsi. Karena hampir seluruh calon adalah anggota DPR," jelas Bamsoet.

Ketua Komisi III DPR ini menambahkan, setoran Rp 20 miliar bagi calon ketua umum Golkar untuk menghindari money politic adalah alasan yang mengada-ada. Kata Bamsoet, kalau alasan penyelenggaraan Munaslub butuh dana, panitia lebih baik berterus terang.

"Saya yakin para kandidat rela dan ikhlas patungan. Dan berdasarkan pengalaman kami saat Munas Bali tahun 2014 dengan 2.000 kamar di sembilan hotel di Bali tidak sampai Rp 10 miliar kok. Lalu sisanya buat apa?" terang Bamsoet.

"Tidak sefantastis itu, kita dapat memakluminya. Tapi kalau benar sampai sebesar itu (Rp 20 M) weleh, weleh, para kandidat yang rata-rata anggota DPR, ada mantan anggota DPR dan Gubernur itu harus merampok ke mana?" tandasnya.

Sebelumnya, Ketua Organizing Committe Munaslub Golkar Zainuddin Amali mengatakan, wacana penarikan itu digagas untuk menghindari terjadinya praktik jual beli suara yang dilakukan calon ketua umum kepada pemilik suara. Jumlah setoran calon ketua umum Gokar belum diputuskan secara final besarannya.

"Itu candaan di antara kita saja. Berapa sih, ada yang ngomong begini begitu tapi yang keluar angka Rp 20 miliar. Tapi itu belum jadi keputusan juga. Hanya diskusi penyelenggara," kata Zainuddin Amali di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (13/4).

Baca juga:
Panitia wacanakan bentuk komite etik untuk kawal Munaslub Golkar
Hindari politik uang, Caketum Golkar wajib setor Rp 20 M di Munaslub
Nurdin Halid jelaskan cara Munaslub Golkar tangkal politik uang
Caketum Golkar akan diadu gagasan kebangsaan di depan publik
Ini waktu pendaftaran caketum Golkar dan jadwal kampanye
Direstui Jokowi, Golkar gelar Munaslub bulan depan di Bali
Akbar Tanjung tak restui Golkar buat kepengurusan untuk Munaslub

(mdk/rnd)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.