Nurdin Halid jelaskan cara Munaslub Golkar tangkal politik uang
Merdeka.com - Partai Golkar yang akan menggelar Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) pada 7-8 Mei di Bali bertekad meniadakan politik uang dalam pemilihan ketua umum. Hal ini dikatakan Ketua Steering Committe (SC) Partai Golkar Nurdin Halid yang menjelaskan bahwa pihaknya punya cara untuk menangkal politik uang pada saat Munaslub.
"Jika tertangkap lakukan interaksi negatif dia dilarang. Begitu didapat, komite etik. Bertindak dan diskualifikasi. Siapapun dia," ucapnya usai mengikuti rapat pleno di DPP Golkar, Slipi, Jakarta, Kamis (7/4).
Nurdin menjelaskan selain ada komite etik, pihaknya juga akan mengakomodir calon ketua umum yang berkampanye dan diberikan waktu agar tidak melampaui agenda yang sudah ditetapkan. Tidak hanya itu, pihaknya juga memperbolehkan para calonnya untuk memberikan sesuatu untuk warga.
"Mereka para bakal calon boleh memberikan sembako, baju, beras sekarang. Tapi kalau sudah saat kampanye, mereka akan terikat aturan kita," tambahnya.
Kemudian, pihaknya juga tidak akan mengadakan surat dukungan. Menurutnya surat dukungan tersebut akan menjadi sarana traksaksi politik uang. Nurdin pun berharap agar caketum bisa mematuhi aturan yang dibuat oleh timnya.
"Semoga para caketum bisa mematuhi aturan tersebut sehingga Munaslub dapat bersifat demokratis, adil, dan rekonsiliatif," tandanya.
(mdk/ren)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya