LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Usung Djarot di Sumut, PDIP disarankan hindari pasangan 'pelangi'

PDIP resmi mengusung mantan Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat, sebagai bakal calon gubernur Sumut. Kandidat wakilnya belum disebutkan, namun bocoran dari Sekjen Hasto Kristiyanto merujuk pada sosok pengusaha Sihar Sitorus.

2018-01-04 21:14:00
Pilgub Sumut
Advertisement

PDIP resmi mengusung mantan Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat, sebagai bakal calon gubernur Sumut. Kandidat wakilnya belum disebutkan, namun bocoran dari Sekjen Hasto Kristiyanto merujuk pada sosok pengusaha Sihar Sitorus.

"Pecinta olahraga sepak bola yang luar biasa, tapi beliau juga punya rekam jejak pendidikan yang sangat baik, dan itulah yang nanti kami akan usung," kata Hasto di Kantor DPP PDIP, Menteng, Jakarta, Kamis (4/1).

Sihar merupakan putra mendiang DL Sitorus, pengusaha perkebunan di Sumut. Sosok 50 tahun ini juga pemilik klub sepak bola Pro Duta. Dia punya sederet catatan pendidikan di AS dan Inggris.

Advertisement

Hal lain yang menguatkan bocoran dari Hasto, foto Sihar berpelukan dengan Djarot telah beredar di media sosial. Keduanya mengenakan seragam PDIP.

Terkait kemungkinan Djarot dipasangkan dengan Sihar, pengamat politik dari Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Arifin Saleh Siregar, mengingatkan PDIP telah dua kali kalah mengusung pasangan 'pelangi' di Pilgub Sumut. Djarot dan Sihar merupakan pasangan pelangi (muslim dan non muslim).

"Menurut saya, pasangan pelangi harus dihindari. Berapa kali pilkada di Sumut, pasangan pelangi selalu kalah. PDIP jangan mengulangi hal yang sama," kata Arifin.

Advertisement

Dengan mengusung pasangan pelangi, dikhawatirkan menimbulkan sentimen agama dan memperkuat politik identitas. Apalagi, mau tidak mau, Djarot juga masih berkait dengan kasus Ahok.

Banyaknya suku Jawa di Sumut juga tidak jadi jaminan Djarot bakal mendapat banyak dukungan. "Politik kesukuan itu tidak laku di Sumut. Kalau itu laku, tentu di Langkat bupatinya bukan Ngogesa Sitepu yang orang Karo, karena di sana suku Jawa yang dominan. Begitu juga di Simalungun yang mayoritas Jawa, bupatinya justru JR Saragih. Jadi kesukuan itu memang tidak laku di Sumut," jelas Arifin.

Menurut Arifin, Sihar sebagai calon wakil gubernur masih sebatas sinyalemen. Jika sudah dipastikan, tentu Ketua DPP PDIP Megawati Soekarnoputri tentu sudah mengumumkannya bersama Djarot. "Kita tunggu saja. Apapun masih bisa terjadi," katanya.

Baca juga:
Perjalanan karier Letjen Edy, mundur sebagai Pangkostrad maju di Sumut
Survei SPIN sebut Erry Nuradi ungguli Djarot di Pilgub Sumut 2018
Djarot 'mengadu nasib' di Sumatera Utara
Bahas Pilgub, Gubernur Sumut Erry Nuradi temui JK
Modal sosial Djarot dinilai kurang, dua kali pilgub Sumut PDIP selalu kalah

(mdk/bal)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.