TKN Akui Elektabilitas Jokowi Turun di Jawa dan Sumatera
"Ya ada (penurunan), terutama di beberapa daerah Jawa di Sumatera, kemudian di wilayah tertentu di Jawa Barat juga ya. Itu memang ada," kata Arsul di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (11/3).
Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Arsul Sani membenarkan adanya penurunan elektabilitas capres-cawapresnya yakni Joko Widodo (Jokowi) dan Ma'ruf Amin. Penurunan itu, kata dia, terjadi di kawasan pulau Jawa dan Sumatera.
"Ya ada (penurunan), terutama di beberapa daerah Jawa di Sumatera, kemudian di wilayah tertentu di Jawa Barat juga ya. Itu memang ada," kata Arsul di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (11/3).
Arsul mengatakan, elektabilitas Jokowi-Ma'ruf tidak merosot jauh. Penurunan itu, lanjutnya hanya berada di kisaran di bawah dua persen.
"Ada penurunan, tetapi juga tidak kemudian anjlok. Adalah beberapa poin saja," ungkapnya.
Sekjen PPP ini juga tidak merasa khawatir dengan penurunan elektabilitas tersebut. Pasalnya di beberapa wilayah elektabilitas Jokowi-Ma'ruf juga meningkat.
"Pada umumnya di Jawa Barat secara umum meningkat elektabilitas Pak Jokowi kalau komparasinya dengan 2014 gitu loh," ujarnya.
"Kan 2014 di Jawa Barat kalah 20 poin kan itu kalau sekarang itu ada di daerah bahkan Pak Jokowi unggul tapi masih ada yang ketinggalan tapi saya kira pada kisaran tiga persen ke bawah," sambungnya.
TKN, tambah Arsul, juga akan terus berusaha menaikan elektabilitas pasangan capres-cawapres nomor urut 01 itu. Salah satunya melalui cara micro canvasing dan micro targeting.
"Tentu antisipasinya kami terus melakukan kerja-kerja infantri dengan door to door di sisa waktu 30 hari," ucapnya.
Baca juga:
Diduga Kampanyekan Jokowi-Ma'ruf, Wakil Wali Kota Semarang Dilaporkan ke Bawaslu
Lebih Kenyang Pengalaman, Ma'ruf Amin Diyakini Bisa Atasi Sandiaga di Debat
Debat Cawapres, Sandiaga akan Beberkan Fakta Sebenarnya BPJS Kesehatan
Alasan Sandiaga Ogah Hadir ke Acara Konser Dewa 19 All Star Pekan Depan
Dugaan Pelanggaran Kampanye Gubernur Bali Ditingkatkan ke Tahap Penyelidikan
Bawaslu Bali Kembali Temukan WNA Masuk DPT, Kini Totalnya 60 Orang
Strategi Menantu Jokowi Jaga Suara dan Tangkal Hoaks ke Paslon 01 di Sumut