Tim Prabowo minta tunda rekapitulasi, Jokowi bertanya 'ngapain?'
Jokowi menambahkan, apapun hasil yang akan disampaikan oleh KPU akan tetap diterimanya.
Tim pemenangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa menginginkan pengumuman penghitungan dan rekapitulasi hasil Pilpres ditunda selama satu bulan. Calon presiden dengan nomor urut dua Joko Widodo ( Jokowi ) mengungkapkan bahwa dirinya bingung dengan permintaan penundaan tersebut. Sebab tidak ada alasan hasil rekapitulasi suara harus ditunda.
"Ada apa, gak ada apa-apa ngapain ditunda?" jelasnya usai buka bersama dengan Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Prabowo di Istana Negara, Jakarta Pusat, Minggu (20/7).
Jusuf Kalla (JK) yang mendampingi Jokowi menegaskan, karena tidak ada alasan untuk melakukan penundaan, maka pengumuman penghitungan dan rekapitulasi suara harus disampaikan pada 22 Juli mendatang.
"Sesuai dengan undang-undanglah. Kalau undang-undang bilang tanggal 22 ya tanggal 22. Itu bukan kemauan kita (Jokowi-JK). Kalau ada yang tidak mau berarti nyalahin undang-undang," tegas JK.
Jokowi menambahkan, apapun hasil yang akan disampaikan oleh KPU akan tetap diterimanya. Sebab itu sudah menjadi dari kehendak rakyat, dan dia tunduk akan hal tersebut. "Sudah saya sampaikan bolak-balik, kita tunduk pada konstitusi. Tunduk pada kehendak rakyat," tutupnya.
Baca juga:
Ketum GP Ansor: Kok kesannya Prabowo-Hatta tak siap kalah
Tim Jokowi-JK yakin pencoblosan ulang takkan ubah kemenangan
Banyak data, Prabowo-Hatta belum mau beberkan temuan kecurangan
Ical pastikan Prabowo-Hatta gugat ke MK jika kalah
Prabowo sebut pilpres cacat jika KPU tak gelar pencoblosan ulang