Tim Jokowi Sindir Prabowo: Capres Sebaiknya Tidak Menakut-nakuti Rakyat
Tim Jokowi Sindir Prabowo: Capres Sebaiknya Tidak Menakut-nakuti Rakyat. Salah satu contohnya adalah data iliterasi yang dikutip Prabowo. Menurutnya berdasarkan data World Bank 55 persen orang Indonesia buta huruf
Sekretaris Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf, Hasto Kristiyanto menyindir capres nomor urut 02 Prabowo Subianto. Menurutnya, sebagai capres wajib menyampaikan data-data yang tepat agar tidak menakuti masyarakat.
"Calon presiden sebaiknya juga tidak sembarang menggunakan data dan kemudian menafsirkan secara sendiri untuk kepentingan politiknya dengan nada hanya untuk menakut-nakuti rakyat," ujar Hasto di Posko Cemara, Jakarta Pusat, Kamis (22/11).
Salah satu contohnya adalah data iliterasi yang dikutip Prabowo. Menurutnya berdasarkan data World Bank 55 persen orang Indonesia buta huruf. Namun, klaim itu terbantahkan oleh pernyataan Wakil Ketua KEIN Arif Budimanta yang mengatakan rasio literasi mencapai 95,5 persen pada 2017.
"Inilah lagi-lagi menunjukkan bahwa Prabowo tidak di-back up oleh tim kampanye yang solid sehingga data-data tidak valid," kata Hasto.
Sekjen PDIP itu menilai masyarakat harusnya diberikan data yang bisa dipertanggungjawabkan. Karena itu Hasto ingin kampanye tidak modal propaganda politik yang menakuti rakyat.
Hasto menuturkan saat ini seluruh tim kampanye dan jurkam sudah dibekali data pencapaian-pencapaian Jokowi, program dan visi misi.
"Juga dalam bentuk magic number yang menjadi target misalnya pertumbuhan ekonomi, target investasi, mengurangi kemiskinan, itu semua sudah kami berikan sebagai pedoman bagi seluruh juru kampanye sehingga argumentasi kita itu betul-betul berangkat dari data," pungkasnya.
Baca juga:
Di Hadapan Relawan, Prabowo Ngaku Kekurangan Dana dan Minta Sumbangan
Kubu Jokowi Tantang Prabowo Subianto Ungkap Siapa Elite yang Main Ancam
Disindir Prabowo Soal Rasio Pajak Stagnan, Ini Jawaban Sri Mulyani
Melihat Suasana Pembekalan Relawan Prabowo-Sandiaga di Istora Senayan
Prabowo Kesulitan Dana Kampanye: Minta Kredit dari Bank Indonesia Enggak Dapat