LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Tim Jokowi: Prabowo perlu kerja keras karena kepercayaan publik tergerus hoaks Ratna

Kejadian hoaks penganiayaan Ratna Sarumpaet merugikan Prabowo-Sandiaga. Sebab, kepercayaan masyarakat terhadap keduanya menjadi terkikis. Prabowo perlu bekerja keras untuk memulihkan hati masyarakat yang terluka karena kabar bohong yang diciptakan Ratna dan disebarluaskan.

2018-10-04 16:56:26
Kebohongan Ratna Sarumpaet
Advertisement

Mantan tim pemenangan pasangan capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo-Sandiaga, Ratna Sarumpaet membuat heboh publik lantaran kebohongan yang disampaikannya terkait penganiayaan. Kabar kebohongan itu pun sempat disampaikan oleh Prabowo dan timnya ke publik.

Akhirnya Ratna mengakui semuanya adalah rekayasa. Prabowo dan timnya langsung menyampaikan permintaan maaf ke publik lantaran terburu-buru menyampaikan kabar yang belum terverifikasi kebenarannya.

Wakil Direktur Penggalangan Pemilih Perempuan Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Amin, Anggia Ermarini menilai, kejadian tersebut jelas merugikan Prabowo-Sandiaga. Sebab, kepercayaan masyarakat terhadap keduanya menjadi terkikis.

Advertisement

"Iya, saya yakin. Pastilah, saya saja merasa dibohongi mentah-mentah. Kan ini memalukan sebenarnya. Kalau menurut saya, sangat memalukan," ucap Anggia di Posko Cemara, Jakarta, Kamis (4/10).

Menurutnya, Prabowo perlu bekerja keras untuk memulihkan hati masyarakat yang terluka karena kabar bohong yang diciptakan Ratna dan disebarluaskan. Apalagi yang menyampaikan bukan satu dua orang. Tetapi sekelas Fadli Zon hingga Prabowo sendiri.

"Mereka harus bekerja keras menurut saya. Karena Pak Prabowo merasa kapusan (dibohongi) juga kan, Pak Fadli Zon juga kan. Harus bekerja keras mengembalikan kepercayaan, kalau mau ngambil," ungkap Anggia.

Advertisement

Berkaca dari kasus ini, pihaknya mengajak masyarakat waspada dalam menyerap informasi. Seharusnya masyarakat bisa menganalisa lebih dalam.

"Jadi perlu waspada. Hoaks itu kan luar biasa. Kejadian kemarin itu kan luar biasa. Kita enggak mau, dan enggak tahu mana yang benar. Tapi secara akal sehat, saya secara pribadi, bisa menganalisa, sosok Ratna Sarumpaet yang berani, terus ada kejadian ada pengeroyokan, terus disembunyikan, ini kan enggak in line (sesuai) dengan sosoknya Ibu Ratna," jelas Anggia.

Diakuinya tidak semua memiliki kejelian menyaring kabar bohong. Karena itu, orang-orang yang berpendidikan harus berperan aktif memberikan informasi yang bisa dipertanggungjawabkan.

"Apalagi saya berharap perempuan punya kapasitas punya peran untuk menghilangkan hoaks," ucapnya.

Reporter: Putu Merta Surya Putra
Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Kubu Jokowi setuju 3 Oktober jadi Hari Antihoaks Nasional
Wapres JK sudah menduga Ratna Sarumpaet berbohong soal kasus pengeroyokan
Kubu Jokowi setuju 3 Oktober jadi Hari Antihoaks Nasional
Soal hoaks penganiayaan Ratna Sarumpaet, Airlangga minta publik lihat informasi utuh
OSO minta Ratna Sarumpaet tetap diproses hukum
Prabowo didesak mundur karena Ratna, Fadli Zon bilang 'enak saja, ini soal kecil'

(mdk/noe)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.