Terpilih Aklamasi, Ono Surono Kembali Pimpin PDIP Jabar Periode 2025-2030
Ono Surono kembali terpilih secara aklamasi memimpin PDIP Jabar untuk periode 2025-2030. Ia akui tantangan berat pasca Pemilu 2024, namun optimis dengan kerja kerakyatan.
Ono Surono kembali dipercaya memimpin DPD PDIP Jawa Barat untuk periode 2025-2030. Ia terpilih secara aklamasi dalam Konferensi Daerah PDI Perjuangan Provinsi Jawa Barat yang digelar di Bandung pada Minggu (07/12).
Bersama Sekretaris Chaerul Budi Mantini dan Bendahara Budi Sembiring, Ono Surono kini menghadapi tugas berat. Kondisi politik pasca Pemilu 2024 dinilai berbeda jauh dibanding periode sebelumnya.
Meskipun demikian, Ono menegaskan tidak akan gentar menghadapi tantangan tersebut. Ia yakin soliditas internal PDIP Jabar akan menjadi kunci dalam menjalankan kerja-kerja kerakyatan ke depan.
Tantangan dan Strategi PDIP Jabar Pasca Pemilu 2024
Ono Surono mengakui bahwa periode kepemimpinannya kali ini akan jauh lebih menantang dibandingkan tahun 2019. Perubahan posisi PDIP di tingkat nasional, provinsi, dan kabupaten/kota pasca Pemilu 2024 menjadi faktor utama. Ia menekankan pentingnya evaluasi dan otokritik internal partai.
"Kondisi 2024 telah berubah, posisi PDIP baik di tingkat nasional maupun provinsi, dan kabupaten/kota, sehingga dengan diputuskannya saya untuk kembali menjadi Ketua DPD PDIP Jabar, tentunya ini menjadi kerja yang sangat berat," kata Ono. Namun, ia menegaskan bahwa PDIP Jabar tidak akan ciut dan akan tetap solid.
Fokus utama partai adalah melakukan pendampingan dan advokasi bagi rakyat yang terdampak kebijakan pemerintah. Ono Surono meyakini bahwa perjuangan partai tidak akan pernah lepas dari pengorganisasian rakyat. Ini menjadi strategi penting untuk merebut kembali hati masyarakat.
Evaluasi mendalam akan dilakukan terhadap hasil Pemilu 2024, di mana PDIP Jabar menempati peringkat keempat di tingkat provinsi. Penurunan elektabilitas di beberapa kabupaten/kota menjadi perhatian serius.
Konsolidasi Organisasi dan Kerja Kerakyatan
Setelah terpilih, Ono Surono langsung tancap gas dengan agenda konsolidasi organisasi. PDIP Jabar akan mendampingi DPP untuk memimpin konferensi cabang di empat wilayah strategis. Wilayah tersebut meliputi Bogor Raya, Bekasi Raya, Cirebon Raya, dan Priangan Timur.
Selain itu, pembentukan pengurus anak cabang di tingkat kecamatan menjadi prioritas yang harus segera diselesaikan. Konsolidasi partai juga akan fokus pada pembentukan pengurus ranting di tingkat desa/kelurahan. Pengurus anak ranting di tingkat RW kampung/dusun juga tidak luput dari perhatian.
Ono Surono menekankan bahwa evaluasi dan otokritik PDIP Jabar akan berpusat pada penguatan kerja politik yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. "Evaluasi kita, otokritik kita, bagaimana partai ini menggerakkan instrumen partai yang terdiri dari struktural, eksekutif, legislatif, untuk kerja-kerja kerakyatan," ujarnya.
Dengan fokus pada kerja kerakyatan, Ono yakin hal ini akan membawa dampak elektoral yang positif. Peningkatan elektabilitas diyakini akan terjadi secara otomatis jika partai konsisten mendampingi rakyat.
Target Rebut Kembali Dominasi di Lima Daerah Kunci
Dalam upaya merebut kembali dominasi politik di Jawa Barat, Ono Surono telah menetapkan lima daerah sebagai fokus utama PDIP Jabar. Daerah-daerah ini dianggap memiliki potensi besar untuk dikembalikan ke pangkuan partai.
Lima daerah kunci tersebut adalah Indramayu, Majalengka, Cianjur, Kabupaten Bandung Barat, dan Subang. Ono Surono menyatakan komitmen kuat untuk bekerja lebih keras di wilayah-wilayah ini.
"Akan kita rebut kembali. Mohon doanya. Pokoknya akan lebih keras lagi," tutur Ono dengan optimis. Pernyataan ini menunjukkan tekad kuat PDIP Jabar di bawah kepemimpinannya.
Strategi ini diharapkan dapat membalikkan keadaan pasca Pemilu 2024. Dengan penguatan di daerah-daerah ini, PDIP Jabar berharap dapat meningkatkan perolehan kursi dan suara di masa mendatang.
Sumber: AntaraNews