LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Tanggapan Kubu Jokowi dan Prabowo soal Tes Baca Alquran

Rencana tes baca Alquran untuk Capres-Cawapres menuai komentar dari kubu Jokowi dan Prabowo.

2019-01-04 06:00:00
Jokowi
Advertisement

Dewan Ikatan Dai Aceh mengundang dua pasangan Capres-Cawapres, Jokowi-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno untuk mengikuti uji kemampuan membaca Alquran. Nantinya Hasil tes membaca Alquran tidak akan mempengaruhi keputusan KPU.

"Tes membaca Al Quran, Surat Al-Fatihah dan surat pendek lainnya akan dilaksanakan di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh pada tanggal 15 Januari 2019," kata Ketua Dewan Ikatan Dai Aceh Tgk Marsyuddin.

Rencana itu langsung mendapat tanggapan beragam dari kubu Jokowi dan Prabowo. Berikut tanggapannya:

Advertisement

Bukan Negara Syariah

Koalisi Prabowo adalah pihak yang menolak adanya tes membaca Alquran. Anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi Ferdinand Hutahaean mengatakan tes baca Alquran bukan hal tepat untuk memilih pemimpin nasional. Dia menuturkan, ideologi bangsa Indonesia adalah Pancasila yang menyatukan berbagai macam keberagaman dan kemajemukan.

Karena itu tidak diperlukan tes Alquran. Sebab, yang dibutuhkan bangsa adalah pemimpin adil, makmur dan membawa masyarakat sejahtera. "Tapi kita harus melihat bahwa capres bukan pemimpin negara syariah. Bahwa kita sedang mencari pemimpin nasional, seorang presiden yang memimpin kemajemukan," kata Ferdinand.

Advertisement

Tes Baca Alquran Tidak Tepat

Amien Rais menganggap undangan tes membaca Alquran bagi pasangan capres-cawapres sebagai hal lucu. Menurutnya, tes baca Alquran bukan ukuran untuk menentukan siapa yang lebih baik.

Amien menyebut jika usulan tes membaca Alquran lebih tepat dipakai untuk pimpinan pondok pesantren atau organisasi Muhammadiyah. Syarat membaca Alquran itu dipandang Amien lebih cocok untuk memilih pimpinan organisasi yang punya basis agama.

"Kalau pimpinan pondok boleh lah ya. Jadi memaksa harus ujian Alquran itu enggak tepat. Tapi kalau misalnya Muhammadiyah mau muktamar, supaya PP (Pengurus Pusat) yang dipilih yang bisa baca Alquran, saya setuju," kata Amien.

Tes Baca Alquran Bukan Politik Identitas

Jika kubu Prabowo menolak untuk tes baca Alquran, berbeda dengan kubu Jokowi yang akan menerima tes tersebut. Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf, Abdul Kadir Karding menilai tes membaca Alquran bukan politik identitas.

Sebab, ide itu datang langsung dari masyarakat, bukan diusulkan pasangan calon. Atas dasar itulah, menurutnya, kubu Prabowo-Sandi tak perlu menolak tes tersebut. "Uji baca Alquran yang diajukan ulama dan masyarakat Aceh kepada para capres cawapres bukanlah politik identitas karena ia datang dari keinginan masyarakat sendiri," jelas Kadir.

Siap Penuhi Undangan Tes Baca Alquran

Cawapres nomor urut 01, Ma'ruf Amin mengaku siap memenuhi undangan dari masyarakat Aceh. "Jadi kalau saya diundang untuk dites, siap sekali," jelasnya di kediamannya di Jalan Situbondo, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (30/12).

Ma'ruf menyadari, ini adalah keinginan dari masyarakat Aceh meskipun tes membaca Alquran bukan syarat bagi calon pemimpin. "Kita tak ingin bilang perlu atau tak perlu. Tapi kalau ada ide, kita diundang, kita siap. Bukan soal perlu atau tidak perlu. Itu kan keinginan masyarakat sendiri," ujarnya.

(mdk/has)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.