Tahukah Anda? Presiden PKS Tegaskan Pentingnya Integritas PKS bagi Pejabat dan Legislator
Presiden PKS Al Muzzammil Yusuf mengingatkan seluruh kader yang menjabat di pemerintahan dan legislatif untuk menjaga Integritas PKS demi nama baik partai. Apa saja pesan pentingnya?
Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Al Muzzammil Yusuf, memberikan peringatan penting kepada seluruh kadernya. Ia meminta para kader yang menduduki jabatan di pemerintahan dan legislatif untuk senantiasa menjaga nama baik partai. Peringatan ini disampaikan dalam acara Bimbingan Teknis Nasional (Bimteknas) PKS yang berlangsung di Jakarta pada Minggu, 2 November.
Dalam kesempatan tersebut, Al Muzzammil secara khusus menekankan pentingnya komitmen terhadap Integritas PKS. Tujuannya adalah agar tidak ada peristiwa yang dapat mencoreng kemuliaan PKS serta harga diri para kader di seluruh Indonesia. Pesan ini menjadi sorotan utama bagi para pejabat publik dari PKS yang hadir.
Komitmen menjaga Integritas PKS ini bukan sekadar imbauan lisan, melainkan telah tertuang jelas dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) partai. Para kader diharapkan dapat menjadi teladan dengan mengedepankan prinsip bersih, peduli, profesional, dan negarawan dalam setiap tindakan dan kebijakan mereka.
Landasan Integritas PKS: Komitmen Bersih, Profesional, dan Negarawan
Al Muzzammil Yusuf secara lugas menegaskan bahwa komitmen menjaga Integritas PKS telah menjadi bagian integral dari landasan partai. "Kita telah menegaskan dalam AD/ART kita, komitmen pejabat publik PKS eksekutif legislatif untuk bersih, peduli, profesional, dan negarawan," ujarnya. Hal ini menunjukkan bahwa prinsip-prinsip tersebut merupakan aturan baku yang harus dipatuhi oleh setiap kader yang memegang jabatan publik.
Prinsip "bersih" diartikan sebagai ketaatan penuh terhadap hukum, etika, dan moral yang berlaku di masyarakat. PKS berharap para kadernya dapat menghindari segala bentuk tindakan yang berpotensi merusak citra partai dan kepercayaan publik. Dengan demikian, kredibilitas dan kepercayaan masyarakat terhadap PKS dapat terus terjaga dan bahkan meningkat.
Selain bersih, kader PKS juga didorong untuk menjadi "profesional" dalam menjalankan tugasnya. Ini berarti setiap pekerjaan harus dilakukan dengan kompetensi tinggi dan penuh tanggung jawab. Mereka juga harus menjadi "negarawan sejati" yang mengutamakan kepentingan bangsa di atas segalanya.
"Kita belajar jadi negarawan mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi, keluarga, partai, bahkan elektoral kita," kata Al Muzzammil. Visi ini bertujuan untuk memastikan bahwa setiap kebijakan yang diambil berorientasi pada kemajuan dan kesejahteraan negara secara menyeluruh.
Membangun Kepedulian dan Kontribusi Nyata Kader PKS untuk Masyarakat
Lebih lanjut, Presiden PKS juga menyoroti pentingnya kepekaan dan kepedulian kader terhadap persoalan di sekitar mereka. Setiap kader dan simpatisan PKS diharapkan tidak menutup mata terhadap berbagai tantangan sosial yang dihadapi masyarakat. Sikap proaktif dan empati ini menjadi kunci dalam membangun hubungan yang kuat dengan rakyat.
Al Muzzammil mengakui bahwa tidak semua persoalan dapat diselesaikan secara tunggal oleh kader PKS. Namun, ia terus mendorong agar setiap kader memberikan kontribusi terbaiknya dalam setiap kesempatan yang ada. Upaya maksimal ini merupakan bagian dari komitmen Integritas PKS untuk melayani dan memberikan solusi konkret bagi masyarakat.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi dan sinergi antar kader untuk mencapai tujuan bersama. Dengan bekerja sama, dampak positif yang dihasilkan akan lebih besar dan terasa oleh lebih banyak orang. Ini adalah wujud nyata dari semangat gotong royong yang diusung PKS.
"Kita ingin bangsa dan negara ini maju berkembang, di situlah kebahagiaan kegembiraan kita," tambahnya. Pernyataan ini menegaskan bahwa kebahagiaan PKS terletak pada kemajuan bangsa dan negara. Oleh karena itu, setiap tindakan kader harus selaras dengan tujuan mulia tersebut, demi masa depan Indonesia yang lebih baik.
Sumber: AntaraNews