Tahukah Anda? Mahasiswa Jember Desak Pembebasan Massa Aksi yang Ditahan, Soroti Kematian Driver Ojol Affan Kurniawan
Ratusan Mahasiswa Jember dan elemen masyarakat turun ke jalan mendesak pembebasan massa aksi yang ditahan, sekaligus menyoroti kematian driver ojol Affan Kurniawan. Ada apa sebenarnya?
Ratusan mahasiswa dan berbagai elemen masyarakat yang tergabung dalam Amarah Masyarakat Jember (AMJ) turun ke jalan di Jember, Jawa Timur, pada Sabtu (30/8). Aksi ini bertujuan mendesak pembebasan massa aksi yang ditahan di sejumlah daerah pasca-unjuk rasa.
Mereka memulai longmarch dari jalan kembar Kampus Universitas Jember (Unej) menuju bundaran DPRD, kemudian mengakhiri protes di depan Markas Kepolisian Resor (Mapolres) Jember. Massa membawa poster tuntutan yang menyuarakan keprihatinan mendalam.
Koordinator lapangan aksi, Abdul Aziz Al Fazri, menyatakan bahwa AMJ turun ke jalan sebagai bentuk solidaritas nasional. Aksi ini juga menjadi ungkapan belasungkawa atas meninggalnya driver ojek online Affan Kurniawan, yang disebut sebagai warga biasa yang sedang memperjuangkan haknya.
Tuntutan Pembebasan dan Kematian Driver Ojol
Dalam orasinya di bundaran DPRD Jember, Abdul Aziz Al Fazri menyampaikan kekacauan yang terjadi saat ini lahir dari para penguasa. Ia juga menyoroti aparat yang dinilai tidak mengindahkan hasil pajak dari keringat rakyat.
AMJ secara tegas mendesak aparat kepolisian untuk segera membebaskan seluruh massa aksi yang ditahan di berbagai daerah. Mereka menyoroti banyaknya pengunjuk rasa yang menjadi korban kekerasan aparat saat menjaga demonstrasi.
Selain itu, massa juga menuntut pengusutan tuntas dan pengadilan bagi seluruh aparat yang menyebabkan kematian driver ojol Affan Kurniawan. Affan Kurniawan meninggal dunia setelah dilindas kendaraan taktis Brimob, sebuah insiden yang memicu kemarahan publik.
Aksi ini menjadi simbol duka dan protes terhadap tindakan represif yang dialami pengunjuk rasa. Mahasiswa Jember menunjukkan kepeduliannya terhadap keadilan bagi korban kekerasan aparat.
Evaluasi Institusi dan Kebijakan Pemerintah
Selain tuntutan pembebasan massa aksi, AMJ juga mendesak pemerintah untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap institusi Polri. Mereka meminta Kapolri untuk mundur dari jabatannya karena dinilai gagal mengubah wajah represif kepolisian.
Tuntutan ini mencerminkan kekecewaan masyarakat terhadap kinerja aparat keamanan. Mereka berharap ada perubahan signifikan dalam pendekatan penanganan unjuk rasa agar lebih humanis dan tidak menimbulkan korban jiwa, sehingga insiden seperti yang menimpa Affan Kurniawan tidak terulang.
Secara garis besar, Amarah Masyarakat Jember (AMJ) menyuarakan beberapa poin penting dalam aksi mereka, yaitu:
- Mendesak aparat kepolisian membebaskan seluruh massa aksi yang ditahan di berbagai daerah.
- Mengusut tuntas dan mengadili seluruh aparat yang menyebabkan driver ojol Affan Kurniawan meninggal dunia.
- Melakukan evaluasi institusi Polri secara menyeluruh dan meminta Kapolri mundur dari jabatannya.
- Mendesak Presiden dan DPR mengevaluasi segala kebijakan yang tidak berpihak kepada kesejahteraan rakyat.
Setelah berorasi di bundaran DPRD, massa melanjutkan longmarch ke Mapolres Jember. Di sana, mereka membakar ban bekas sebagai bentuk protes keras terhadap tindakan represif aparat kepolisian, khususnya yang terjadi di Jakarta.
Sebagai ungkapan belasungkawa, sebagian mahasiswa juga menaburkan bunga di depan Mapolres Jember. Ini adalah penghormatan terakhir bagi Affan Kurniawan, rekan pengemudi ojek online yang meninggal saat berunjuk rasa di DPR RI, menegaskan solidaritas mereka.
Sumber: AntaraNews