Sudirman Said: Tata Kelola Pemerintah Jokowi Salah Satu Paling Buruk
Anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno Sudirman Said menilai tata kelola pemerintahan saat ini salah satu paling buruk.
Anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno Sudirman Said menilai tata kelola pemerintahan saat ini salah satu paling buruk. Sudirman berkaca dari masalah korupsi yang kian marak.
"Saya pernah mengatakan suasana governance, suasana tata kelola pemerintahan periode sekarang itu mungkin salah satu paling buruk. Indeks persepsi korupsi turun naik tajam. Tapi begitu di periodenya Pak Jokowi hanya naik satu, terus kemudian flat tidak ada kenaikan," kata Sudirman di media center Prabowo-Sandi, Jalan Sriwijaya I No 35, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (31/12).
Mantan Menteri ESDM tersebut juga melihat dari indeks demokrasi dan pembangunan manusia turun. Hal tersebut dilihatnya sebagai pelemahan dalam institusi negara.
"Cek and ricek itu turun, suara kampus tidak kedengaran, suara media tidak kedengaran persis," kata Sudirman.
Selain itu, Sudirman mengkritisi masalah pemecatan Said Didu dari kursi komisisaris PT Bukit Asam (PTBA) karena tidak sejalan dengan Menteri BUMN Rini Soemarno. Mestinya, komisaris yang kritis harus dipertahankan untuk menjaga kepentingan negara. Bukannya dipecat karena pola pikirnya ingin diseragamkan dengan yang memerintah saat ini.
"Seorang aktivis yang sejati mau dimanapun dia berada pasti suaranya sama. Mau di pemerintahan, mau di komisaris, mau di luar dan juga Said Didu salah satu dari itu, dari karakter aktivitis. Jadi dia itu tetap menyuarakan apa yang terbaik bagi bangsa. Jadi kalau merasa ada yang tidak sejalan jadi ada yang pikirannya tidak sejalan dengan kepentingan bangsa," tutur Sudirman.
Baca juga:
Dana Kampanye Prabowo-Sandi Hingga Desember Rp 54 Miliar, Terpakai Rp 46,6 Miliar
Timses Jokowi-Ma'ruf: Tes Baca Alquran Bukan Politik Identitas
Amien Soal Tes Baca Alquran: Enggak Tepat, Untuk Pilih Pimpinan Ponpes Bolehlah
Sindiran Kubu Jokowi saat Prabowo-Sandi Tolak Tes Alquran: Ada yang Mules Perutnya
Bambang Widjojanto Jadi Panelis Debat, Kubu Jokowi Ingin Objektivitas Tetap Terjaga