LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Soal krisis, PPP bandingkan Jokowi dengan SBY, Gus Dur & Soeharto

"Kalau dulu Pak Harto panggil orang-orang kritis kayak Gus Dur, bahas bersama-sama," kata Dimyati.

2015-08-25 13:34:57
Krisis ekonomi
Advertisement

Sekjen PPP kubu Djan Faridz, Ahmad Dimyati Natakusumah menilai pemerintah akan sulit mengatasi lemahnya nilai mata uang rupiah terhadap dolar Amerika. Apalagi saat ini nilai tukar 1 USD sudah mencapai Rp 14.000 lebih.

"Kalau Pak SBY dulu kan belum tembus Rp 14 ribu per dolar, zaman Gus Dur juga belum pernah. Kalau lihat rupiah dulu lebih kuat, ini kan terkait global. Memang kerugian Indonesia terutama utang dan industri suku cadangnya dari luar, jadi mahal-mahal kan," kata Dimyati di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (25/8).

Selain itu, kata dia, Presiden Jokowi tak dibantu oleh menterinya dalam mengatasi ancaman krisis ekonomi global. Padahal Presiden Jokowi mempunyai semangat yang bagus dalam memimpin pemerintah.

"Sebelum kegaduhan Rizal (Ramli) dengan Pak JK, dolar sudah naik kan. Saya lihat kepemimpinan harus bisa manage orang banyak. Tapi kan kemampuan beliau (Jokowi) terbatas bukan Superman kan. Kalau keilmuan general yang dimiliki tapi spesifik tak semua hafal," kata dia.

"Kalau dulu Pak Harto panggil orang-orang kritis kayak Gus Dur, bahas bersama-sama masalah bangsa," imbuh dia.

Sementara di tempat terpisah, Bank Indonesia didorong untuk menaikkan suku bunga acuan. Dengan begitu, nilai tukar rupiah diharapkan bisa keluar dari tekanan

"Kalau kamu ingin menarik dolar masuk, naikkan suku bunga. Wong inflasi sudah naik pada kenyataannya. Tapi itu sekali lagi ada cost-nya. Dalam ekonomi, semua ada costnya," kata Anggota Komisi XI DPR Hendrawan Supratikno.

Sayangnya, Bank Indonesia masih enggan menaikkan suku bunga acuan. Sebab, bank sentral tak ingin fokus hanya pada pengendalian rupiah, tetapi juga cadangan devisa, inflasi, dan suku bunga.

Baca juga:
Politikus Demokrat minta SBY dan Jokowi tidak terus diperbandingkan
Jokowi beberkan alasan penyebab ekonomi melemah dan rupiah loyo
Ekonomi makin loyo, PAN usul Jokowi konsultasi dengan DPR
Dibanding bahasa, Kadin minta perketat seleksi kebutuhan TKA ke RI
PAN soal ancaman krisis: SBY sistematis, Jokowi buang badan
Jokowi bakal wajibkan anak-anak nonton film Jenderal Sudirman
Era Jokowi-JK, kesejahteraan justru menurun

(mdk/rnd)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.