Soal Kongres PDIP, Djarot: Mayoritas Kader Masih Menghendaki Megawati Ketua Umum
Djarot menyatakan, sejatinya kongres partai nantinya akan diisi dengan pengukuhan Megawati sebagai ketua umum.
Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) Djarot Saiful Hidayat buka soal kongres partainya yang tampak akan diundur. Sedianya, kongres akan dihelat pada bulan ini, namun hingga hari ini hal itu belum tampak terealisasi.
"Kongres itu tunggu saja," singkat Djarot saat ditemui di Universitas Borobudur Jakarta, Sabtu (19/4).
Terkait persiapan kongres, Djarot menyatakan masih berkutat pada konsolidasi dengan suara mayoritas mendorong Megawati Soekarnoputri tetap menjabat sebagai ketua umum.
"Persiapan pasti untuk konsolidasi ya terus gitu tapi yang jelas sebagian besar kader kita tetap menghendaki ketua umumnya Ibu Mega," jelas Djarot.
Djarot menyatakan, sejatinya kongres partai nantinya akan diisi dengan pengukuhan Megawati sebagai ketua umum. Hal itu sejalan dengan rapat kerja nasional partai sebelumnya yang dihelat di Ancol.
"Kongres itu lebih banyak nanti untuk mengukuhkan Ibu Mega sebagai Ketua Umum sesuai dengan hasil dari Rakernas terakhir kita di Ancol," Djarot menandasi.
Kata Yasonna Laoly
Ketua DPP PDIP, Yasonna Laoly berbicara soal jadwal Kongres PDIP yang belum ditentukan hingga saat ini. Dia menyebut, alasan belum ditentukan jadwal kongres hanya persoalan konsolidasi dan menunggu arahan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.
"Ya kita belum tahu ya, tergantung ketua umum aja. Kita tunggu aja perintah ketua umum seperti apa nanti," kata Yasonna, saat diwawancarai di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (17/4).
Dia menegaskan, tidak ada masalah di dalam internal PDIP yang menyebabkan Kongres belum dilaksanakan.
"Oh enggak ada. Enggak ada masalah. Kita kan hanya masih konsolidasi saja," ujar dia.
Klaim Kader PDIP Solid
Yasonna pun menegaskan, tak ada beda sikap. Seluruh kader PDIP solid mendukung Megawati menjadi ketua umum kembali.
"Enggak ada. Kita solid lah. Mana ada beda-beda sikap," tegasnya.
"Semua solid. Hanya soal persiapannya ini. Kan baru pemilu, baru Pilkada. Kan bikin kongres enggak gampang, untuk anggota-anggota itu datang ke lokasi yang ditentukan, perlu biaya," imbuh dia.