LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Sidang di MK, jago PDIP di Halmahera Utara minta pilkada ulang

Refly khawatir, KPU Kabupaten Halmahera Utara sebagai pihak termohon nantinya akan membawa bukti yang tidak benar.

2016-01-07 11:39:24
Sengketa Pilkada
Advertisement

Pengacara Refly Harun meminta Majelis Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) menetapkan kemenangan bagi pasangan Hi. Kasman Hi Ahmad dan Imanuel Lalonto dalam pemilihan kepala daerah di Kabupaten Utara, Maluku.

Sebab dari rekapitulasi di tingkat kecamatan, pasangan yang diusung PDIP, PKS, PAN, PBB, PPP ini memperoleh jumlah suara lebih dari pasangan lain.

"Kita minta majelis hakim menetapkan kita sebagai pemenang berdasarkan formulir DA 1 atau rekapitulasi di tingkat kecamatan yang kita punya," kata Refly usai mengikuti sidang pemeriksaan hasil pemilihan (PHP) di Gedung MK, Jl. Medan Merdeka Barat, Jakarta, Kamis (7/1).

Namun demikian, Refly khawatir, KPU Kabupaten Halmahera Utara sebagai pihak termohon nantinya akan membawa bukti yang tidak benar dalam sidang pembuktian selanjutnya.

"Tetapi kita khawatir dalam proses pembuktian nanti pihak termohon membawa bukti yang tidak karu-karuan. Apalagi hilang dan sebagainya sehingga tidak bisa lagi diverifikasi dari tingkat bawah atau ada perubahan karena kotak suara sudah dibuka," jelas dia.

Sebagai alternatifnya, Refly memohonkan kepada Majelis Hakim MK untuk mengadakan Pilkada ulang.
"Alternatifnya kita minta MK adakan pemungutan suara ulang bukan perhitungan ulang. Kalau hitung ulang bisa hilang surat suaranya," tutup dia.

Sidang ini dilanjutkan Kamis pekan depan dengan agenda mendengarkan jawaban KPU sebagai pihak termohon.

Baca juga:
Beralasan jelang pilkada, miras di Karawang dirazia dan dimusnahkan
Masih banyak kekurangan, ajang pilkada serentak terkesan nekat
Pendaftaran calon pilkada banyak kendala, Bawaslu beri KPU nilai 8
Jelang Pilkada, dana bansos selalu rawan diselewengkan
Apakah pilkada serentak sesunyi yang dimaksud Jokowi?

Advertisement
(mdk/ren)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.