Setya Novanto terpilih jadi Ketum Golkar, ini kata Presiden Jokowi
Jokowi tidak memiliki pesan khusus terhadap Setya Novanto.
Musyawarah Nasional Luar Biasa Partai Golkar menetapkan Setya Novanto menjadi Ketua Umum Partai Golkar Periode 2014-2019.
Presiden Joko Widodo mengaku menghormati siapapun yang terpilih menjadi Ketua Umum Partai Golkar.
"Ini kan wilayahnya Partai Gokar, sekali lagi siapapun yang terpilih itu adalah sudah menetapkan pilihan dari yang memiliki hak suara baik DPP, DPD maupun ormas-ormasnya. Saya kira semuanya kita hormati pilihan-pilihan yang sudah mereka lakukan," kata Jokowi di Korea Selatan, Selasa (17/5).
Jokowi tidak memiliki pesan maupun harapan khusus kepada sosok yang pernah mencatut namanya dalam permintaan saham PT Freeport Indonesia itu.
"Ya nanti lah. Kita hormati semua yang merupakan pilihan dari pemilik suara di Partai Golkar, kita hormati," ujarnya.
Setya Novanto (Setnov) ditetapkan menjadi ketua umum Partai Golkar periode 2014-2019, menyusul pengunduran diri Ade Komarudin (Akom) pada voting putaran kedua.
Padahal, Setnov dan Akom sama-sama berhak melaju ke voting putaran kedua, karena telah mengantongi minimal 30 persen suara pada putaran pertama.
"Pak Nov sekarang 60 tahun, saya masih 50 tahun. Masih ada kesempatan saya di masa akan datang. Saya dan rekan-rekan saya akan berikan support Pak Nov dan nanti untuk kebesaran Partai Golkar," kata Ade di arena Munaslub, Bali, Selasa (17/5).
Mendengar pernyataan Akom, Ketua Steering Committee Nurdin Halid pun langsung menetapkan Setya Novanto jadi ketum Golkar. "Dengan mengucap bismilahirrahmanirrahim, kita tetapkan Setya Novanto menjadi ketua umum Partai Golkar," kata Nurdin.
Baca juga:
Ketua MKD doakan Setya Novanto dibimbing Allah
Fadli Zon sebut kemenangan Setya Novanto capaian politik tertinggi
Setnov menang, Fraksi Golkar di DPRD segera konsultasi Pilgub DKI
Mulusnya jalan Setya Novanto pimpin Golkar
Setya Novanto: Saya bangga dan hormat pada Ade Komarudin