Satu Anas, dua isu panas
Dua kali KPK bertindak, dua kali juga para loyalis Anas menembak isu panas ke publik. Sasaran utamanya: Cikeas.
Proses hukum yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Anas Urbaningrum tidak lepas dari kegaduhan. Bukan saja karena Anas bekas ketua umum partai penguasa, tetapi juga lantaran aksi loyalisnya yang menjadi sorotan media.
Dua kali KPK bertindak, dua kali juga para loyalis Anas menembak isu panas ke publik. Pertama adalah saat KPK menggeledah rumah tersangka penerima hadiah dalam proyek Hambalang itu di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur, pada 12 November tahun lalu.
Usai KPK menggeledah, Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI), ormas yang dibentuk Anas, menggelar jumpa pers di tempat yang sama. Mereka melempar isu bahwa penyidik KPK juga menyita surat rahasia dari pegawai lembaga antikorupsi itu yang ditujukan kepada Anas.
Juru Bicara PPI Ma'mun Murod juga membacakan surat yang diklaim pihaknya ditulis oleh pegawai KPK. Tak tanggung-tanggung, nama Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Ketua Umum Partai Demokrat pengganti Anas, pun ikut disebut.
"Termasuk Pak Anas adalah korban politik dari elit petinggi-petinggi di internal sendiri. Dan di balik ini semua adalah Pak SBY dan kroninya," kata Ma'mun tentang surat yang sangat mendukung Anas itu.
Meski bersifat klaim sepihak, lemparan isu panas ini sempat membuat heboh. Namun, Wakil Ketua KPK Adnan Pandu Praja hanya menanggapi enteng.
"Itu hal yang lumrah di demokrasi," ujar Adnan Pandu Praja yang berjanji tetap mengecek kebenaran klaim tersebut.
Namun sering tidak ada bukti otentik soal kebenaran surat itu, isu pun meredup.
Kemarin tembakan isu panas para loyalis Anas dilakukan lagi, setelah bosnya mangkir dari pemeriksaan KPK dalam kasus yang sama. Kali ini tidak hanya Cikeas yang disasar, tetapi Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto.
Datang ke Gedung KPK untuk menjelaskan ketidakdatangan bosnya, Ma'mun melempar isu bahwa Bambang datang ke kediaman SBY di Cikeas pada Senin 6 Januari pukul 02.00 Wib, atau sehari sebelum pemanggilan Anas.
"Coba nanti diklarifikasikan ke Mas Bambang, dugaan kami mungkin ada permainan di balik ini, di kasus Anas," kata Ma'mun.
Hal ini jelas dibantah oleh Bambang. "Tidak ada dan tidak benar saya dipanggil ke Cikeas," ujar Bambang melalui pesan singkat kepada wartawan, Selasa (7/1).
Bambang meminta kepada kubu Anas untuk tidak memfitnah dan mempolitisasi kasus bosnya yang tengah diproses KPK.
"Jangan menyebar fitnah yang mengganggu proses penegakan hukum," ujarnya.
Baca juga:
Pembantu Anas malah tanya lowongan kerja ke penyidik KPK
Kasus Anas, KPK kembali periksa Michael Watimena
5 Serangan anak buah Anas ke KPK
Kubu Anas: Tunggu saja keputusan mengejutkan dari kami
Anas tak takut diperiksa pada Jumat keramat