Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

5 Serangan anak buah Anas ke KPK

5 Serangan anak buah Anas ke KPK

Merdeka.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk pertama kalinya memanggil mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum untuk diperiksa sebagai tersangka dalam kasus korupsi proyek Hambalang pada Selasa (7/10) kemarin. Namun dalam pemanggilan ini, Anas dinyatakan mangkir oleh KPK karena tak hadir setelah ditunggu hingga pukul 17.00 WIB.

Berbagai alasan diungkapkan oleh para loyalis Anas termasuk pengacaranya, mengapa Anas tak hadir dalam pemanggilan kemarin. Bukan karena takut ditahan, mereka beralasan surat perintah penyidikan (Sprindik) dan pemanggilan terhadap Anas yang diberikan KPK tak jelas.

Kubu Anas meminta penyidik KPK untuk menjelaskan apa yang dimaksud dugaan penerimaan hadiah atau janji terkait Hambalang dan proyek-proyek lain. Jika sudah ada penjelasan, Anas berjanji akan hadir dalam pemanggilan berikutnya.

"Yang menurut kita itu tidak jelas, proyek-proyek lain itu apa. Sehingga pembelaan kita nanti apa persiapan kita untuk menjawab proyek-proyek itu tidak jelas. Itu kita pertanyakan terlebih dahulu, itu kaitannya pasal 51 KUHAP," ujar salah satu kuasa hukum Anas, Indra Nathan Kusnadi di Gedung KPK, Selasa (7/1).

Tak hanya itu, berbagai protes keras juga diungkapkan oleh para loyalis Anas lainnya kepada KPK. Bahkan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) dituding bertandang ke Cikeas untuk bertemu Presiden SBY sehari sebelum Anas dipanggil.

"Kemarin Mas Bambang Widjojanto (wakil ketua KPK) juga datang ke Cikeas jam 2 siang didampingi Wamenkum HAM, Denny Indrayana ," ujar Jubir PPI Ma'mun Murod.

Ma'mun menduga ada permainan di balik kasusnya Anas. "Coba nanti diklarifikasi ke Mas Bambang. Dugaan mungkin ada permainan di balik ini di kasus Anas," ujarnya.

Berikut 5 serangan anak buah Anas yang dihimpun merdeka.com :

Sprindik tersangka Anas tak jelas

anas tak jelas rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Anas mangkir dalam pemeriksaan pertamanya sebagai tersangka dalam kasus korupsi proyek Hambalang. Alasannya, kubu Anas protes soal redaksional yang digunakan KPK dalam sprindik. Dalam sprindik itu ada kata 'mengenai proyek-proyek lain' yang disebut kalimat tak jelas dalam penegakan hukum oleh Anas. "Masalah kita di PPI menyoal proyek-proyek lainnya. Ini tidak lazim pada sebuah sprindik. Akan kami tanyakan kepada KPK dan ini harus dipertegas. Kalau Anas tidak dapat penjelasan mengenai proyek-proyek lainnya, ini jadi pertimbangan Anas untuk tidak memenuhi panggilan KPK berikutnya," kata Juru Bicara PPI Ma'mun Murod. Anas mengaku akan hadir jika sudah mendapatkan penjelasan dari KPK perihal kata 'mengenai proyek-proyek lain' yang ada di sprindik tersebut. Sementara itu, KPK menegaskan akan kembali memanggil Anas pada Jumat (10/1) mendatang tanpa merubah redaksional sprindik dan surat pemanggilan yang dipersoalkan kubu Anas.

Tuding pimpinan KPK bermain politik

kpk bermain politik rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Juru Bicara Pergerakan Perhimpunan Indonesia (PPI) Ma'mun Murod menuding pimpinan KPK bermain politik praktis. Menurut Ma'mun, sehari sebelum Anas dipanggil. Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto bertemua dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Cikeas. "Kemarin Mas BW (Bambang Widjojanto wakil ketua KPK) juga datang ke Cikeas jam 2 siang didampingi Wamenkumham, Denny Indrayana," ujar Jubir PPI Ma'mun Murod, di KPK, Selasa (7/1).Ma'mun menduga ada permainan di balik kasusnya Anas. "Coba nanti diklarifikasi ke Mas Bambang. Dugaan mungkin ada permainan di balik ini di kasus Anas," ujarnya.

KPK lebih pilih periksa tukang sampah ketimbang Ibas

pilih periksa tukang sampah ketimbang ibas rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Tak hanya menuding salah satu pimpinan KPK bermain politik, kubu Anas Urbaningrum juga menyebut bahwa lembaga anti korupsi itu tak berani periksa putra bungsu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas). Padahal Ibas diyakini tahu banyak soal Kongres Partai Demokrat pada 2010 silam yang sekarang sedang diusut oleh KPK. Juru Bicara Pergerakan Perhimpunan Indonesia (PPI) Ma'mun Murod kecewa dengan sikap KPK dalam mengusut kasus korupsi di Partai Demokrat. Dia juga menyebut KPK tak jelas dalam mengungkap kasus korupsi khususnya yang melibatkan Ibas. "Hari ini tukang sampahnya mas Anas dan juga dipanggil sebagai saksi terkait kasus-kasus mas Anas, jadi semakin tidak jelas. Sedangkan yang jelas-jelas orang yang tahu persis tentang kongres Demokrat sebut saja ketua Steering Comittee (SC), mas Ibas sendiri, sampai saat ini belum disentuh KPK," ujar Ma'mun di KPK.

Anas tak takut dipanggil paksa KPK

takut dipanggil paksa kpk rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum mangkir dari panggilan pemeriksaan pertama KPK kemarin. Salah satu loyalis Anas, Gede Pasek Suardika mengungkapkan, koleganya itu tidak bermaksud melawan KPK tetapi hanya meminta penjelasan dijadikan tersangka dalam kasus apa. "Silakan saja panggil paksa," cetus Pasek di depan kediaman Anas di Jalan Teluk Langsa, Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur, Selasa (7/1).Mantan ketua Komisi III DPR ini menjelaskan, dalam Undang-undang Nomor 30 tahun 2002, KPK harus bersikap transparan, demikian juga dalam KUHP diatur bahwa tersangka berhak tahu apa yang disangkakan. "Mas Anas ingin tahu saja. Kenapa sih KPK tidak mau menjelaskan, maksudnya proyek-proyek lain," terang Pasek.

KPK harus adil, jangan paksakan kasus Anas

adil jangan paksakan kasus anas rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Kuasa Hukum Anas Urbaningrum, Firman Wijaya menuding KPK terlalu memaksakan keterlibatan kliennya dalam kasus Hambalang. Dia pun menuntut agar KPK bersikap adil dalam menegakkan hukum. Firman mengatakan, pihaknya tak keberatan jika memang KPK akan melakukan panggil paksa terhadap Anas. Namun, dia menuntut agar keterlibatan Anas dalam kasus yang sedang diusut tidak dipaksakan."KPK punya kewenangan untuk panggilan paksa. Tapi persoalannya, kita harap upaya paksa tidak menjadi upaya yang dipaksakan," ujar Firman di Gedung KPK, Selasa (7/1) kemarin. Firman juga menuding ada nuansa politis dalam kasus yang melibatkan Anas ini. Karena itu, dia menuntut keadilan terhadap kliennya."Kedua, kita justru sangat terkejut dengan proses peradilan yang selama ini berjalan yang disangkutpautkan bersama pak Anas, termasuk pernyataan pak Suady Marasambessy yang kemarin mengatakan ini 'kok seperti apa yang kami duga' kasus ini lebih kuat rivalitas politiknya di dalam kasus pidana," tegas dia.

Baca juga:Denny mundur bila terbukti bertemu SBY sebelum KPK panggil AnasAnas tak takut diperiksa pada Jumat keramat'Mas Anas ingin tahu disangkakan dalam kasus apa oleh KPK'Anas mangkir, KPK akan panggil lagi Jumat pekan iniMangkir dari panggilan, penyidik KPK datangi rumah Anas

(mdk/mtf)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP