Ruhut sebut Jokowi tolak secara halus pembangunan gedung baru DPR
Ruhut pun menilai pembangunan gedung baru DPR belum perlu.
Sekretaris Kabinet Pramono Anung menyebut Presiden Joko Widodo meminta 7 proyek pembangunan gedung DPR untuk dikaji ulang. Permintaan Jokowi dinilai sebagai sikap pemerintah menolak pembangunan gedung baru DPR secara halus.
Koordinator Juru Bicara Partai Demokrat Ruhut Sitompul menyatakan bahwa pernyataan Jokowi tersebut merupakan sebuah tanda bahwa mantan Gubernur DKI Jakarta itu menolak secara halus 7 proyek tersebut.
"Ya itulah filosofi Jawa. Itu tandanya menolak secara halus. Orang Jawa memang begitu. Tidak ngomong secara langsung," kata Ruhut di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (25/8).
Oleh sebab itu, seharusnya DPR mampu berpikir ulang untuk mewujudkan mimpinya memiliki gedung baru. Terlebih, kata dia, momentum saat ini tidak tepat di tengah ancaman krisis ekonomi.
"Kepentingan rakyat diutamakan. Apalagi kita ini DPR yang mewakili rakyat," katanya.
Walaupun begitu, sesungguhnya Ruhut mengakui memang gedung DPR yang ada saat ini memang sudah tidak laik pakai untuk digunakan bekerja bagi para anggota dewan. Terlebih, saat ini para anggota dewan memiliki lima staf ahli yang membutuhkan ruang tambahan untuk dipakai bekerja.
"Kami kalau bekerja memang kurang (ruangan) ditambah staf ahli. Tapi yang ada itu kan DPR malah mau buat macem-macem, museum segala macem. Kan masih ada tempat yang kosong di sini," tukasnya.
Baca juga:
Bahas proyek gedung baru, DPR sudah bertemu dengan Menteri Keuangan
Krisis ekonomi jadi alasan Jokowi minta 7 proyek DPR dikaji ulang
Fadli Zon soal 7 proyek DPR: Ini proyek kecil
Kajian 7 proyek DPR selesai dalam 1-2 bulan
Lanjutkan proyek gedung baru, DPR prioritaskan ruang kerja dan lift
Jokowi minta 7 proyek DPR dikaji ulang, ini komentar Setya Novanto