LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Rommy Klaim Elektabilitas Jokowi-Ma'ruf di Jateng Tak Kurang dari 70 Persen

Anggota Dewan Penasihat Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Muhammad Romahurmuziy mengungkap hasil survei internal pasangan capres cawapres nomor urut 1 di kawasan Jawa Tengah (Jateng). Dia mengatakan, sampai saat ini elektabilitas Jokowi-Ma'ruf di Jateng tidak kurang dari 70 persen.

2018-12-13 15:59:18
Jokowi-Ma'ruf Amin
Advertisement

Anggota Dewan Penasihat Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Muhammad Romahurmuziy mengungkap hasil survei internal pasangan capres cawapres nomor urut 1 di kawasan Jawa Tengah (Jateng). Dia mengatakan, sampai saat ini elektabilitas Jokowi-Ma'ruf di Jateng tidak kurang dari 70 persen.

"Ada beberapa angka tentu, tetapi tidak kurang dari 70 persen," kata pria yang akrab disapa Rommy itu, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (13/12).

Menurut Rommy jarak persentase antara Jokowi dan pasangan capres cawapres nomor urut 2 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno masih sangat jauh. Dia mengklaim, persentase suara Prabowo-Sandi hanya mencapai kurang lebih 30 persen.

Advertisement

"Angkanya kurang lebih aja, tetapi masih sangat jauh," ungkapnya.

Meski begitu, Rommy tidak ingin besar kepala. Kubu Jokowi-Ma'ruf, lanjutnya, tetap menggerakkan mesin partai pendukung untuk memenangkan pasangan dengan nomor urut 01 itu.

"Kami selalu tidak ingin mengumumkan angka-angka itu, karena semakin tinggi angka itu diumumkan, semakin membuat para fungsionaris partai tidak bekerja. Jadi kita ingin agar sudah pokoknya kita kerja, minimal mengutuhkan suara partai sendiri," ujarnya.

Advertisement

Terkait pemindahan markas Prabowo-Sandi ke Jateng, kubu Jokowi-Ma'ruf juga tidak khawatir. Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini menegaskan pihaknya malah baru akan menambah strateginya jika kubu Prabowo-Sandi melakukan lebih dari sekadar pemindahan markas.

"Tetapi kalau kemudian dari posko itu dipancarkan tenaga-tenaga untuk melakukan kampanye door to door, material promo yang disebar juga lebih banyak, baru kami akan tindaklanjuti," imbuhnya.

Strategi yang akan dilakukan di antaranya konsolidasi partai bersama caleg-caleg untuk memenangkan partai dan capres cawapres yang diusung. Serta konsolidasi dengan kepala daerah pendukung Jokowi-Ma'ruf.

"Semua itu dikonsolidir oleh partainya masing-masing untuk mewaspadai adanya kemungkinan kemungkinan penetrasi dari itu," ucapnya.

Baca juga:
La Nyalla Minta Maaf, PDIP Harap Jokowi PKI Tak Terjadi Lagi
Erick Thohir Nilai 'Pengusiran' Sandiaga di Sumut Seperti Sinetron TV
Wasekjen PDIP: Koalisi Prabowo Coba Masuk ke Jantung Kita Langsung
PDIP Klaim Jokowi-Ma'ruf Raup Dukungan NU, Muhammadiyah, MUI & Umat Islam
Kubu Jokowi Klaim Tak Pernah Dorong La Nyalla Akui Sebar Isu Jokowi PKI
Tahun Politik Dinilai Tak Akan Pengaruhi Ekonomi dan Nilai Tukar Rupiah

(mdk/dan)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.