Romahurmuziy siapkan puluhan kader PPP buat jadi menteri Jokowi
Romi tak mau menjadi menteri.
Seiring waktu, isu reshuffle jilid II kabinet kerja Jokowi-JK mengalir semakin menguat. Beberapa partai enggan tegas secara langsung menyatakan siap mendapat kursi menteri.
Namun Ketua Umum PPP yang baru terpilih secara aklamasi dalam Muktamar VIII PPP Romahurmuziy (Romi) berambisi mendapatkan banyak kursi di struktural eksekutif.
"Soal jatah menjatah urusan presiden. Tapi bagi kami partai politik PPP secara khusus sediakan puluhan kader untuk ditempatkan di jajaran kabinet," kata Romi di sela Muktamar VIII PPP di Asrama Haji, Pondok Gede, Jakarta, Minggu (10/4).
Namun, Romi enggan maju sendiri sebagai menteri. Sebab, dia akan fokus bekerja untuk menjadi pimpinan PPP.
"Tapi saya perlu tegaskan bahwa pembagian kerja di PPP. Sudah saya buat sedemikian rupa sehingga ketum akan tetap pegang roda kepemimpinan partai," ujarnya.
Jika nanti Presiden Jokowi meminta PPP mengisi kursi pemerintahan, Romi siap mendistribusikan kadernya. "Kalau ada yang diminta presiden, kita akan sampaikan," pungkasnya.
Baca juga:
Baru jadi Ketum PPP, Romi 'palak' JK & Aksa Mahmud belikan kader HP
Romi rayu JK masuk PPP, tawarkan Erwin Aksa jadi bendum partai
Sentil Romi, JK tak ingin parpol hanya bicara pemilu tapi rakyat
Terpilih jadi ketum, Romi targetkan PPP masuk tiga besar di 2019
Di muktamar PPP, JK bilang namanya partai persatuan bukan perpecahan
Kubu Djan sebut muktamar islah PPP cuma fotocopy muktamar Surabaya
Politisi PPP sebut tak ada alasan gugat Romi yang jadi ketum lagi