Reses Bersama di Dapil, Romy Soekarno dan Pulung Agustanto Tunjukkan Soliditas Kader PDIP
Kolaborasi Romy dan Pulung dalam kegiatan reses tersebut disebut menjadi simbol soliditas antar kader partai sekaligus bentuk gotong royong politik.
Anggota DPR RI Fraksi Romy Soekarno menegaskan pentingnya kekompakan dan persatuan kader sebagai kunci kejayaan partai ke depan. Hal itu disampaikannya dalam rangkaian kegiatan reses bersama sesama anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Pulung Agustanto, di Daerah Pemilihan VI Jawa Timur yang meliputi Kediri, Blitar, dan Tulungagung.
Menurut Romy, persatuan kader tidak boleh berhenti pada tataran slogan, melainkan harus diwujudkan melalui kerja nyata, terorganisir, dan berkelanjutan di tengah masyarakat.
"Sendiri kita mudah patah, bersama kita kuat," kata Romy mengutip filosofi 'sapu lidi' yang diajarkan Soekarno dalam sejumlah agenda reses di Blitar, Tulungagung, dan Kediri.
Kolaborasi Romy dan Pulung dalam kegiatan reses tersebut disebut menjadi simbol soliditas antar kader partai sekaligus bentuk gotong royong politik dalam memperkuat basis perjuangan partai di daerah.
Selain menyoroti penguatan internal partai, Romy juga menekankan pentingnya adaptasi strategi politik melalui pendekatan digital guna menjangkau generasi muda, khususnya Gen Z. Ia menilai nilai-nilai ideologi partai harus tetap dijaga, namun disampaikan dengan cara yang kreatif dan relevan mengikuti perkembangan zaman.
Reses diisi dengan dialog untuk menyerap aspirasi
Rangkaian kegiatan reses diisi dengan dialog langsung bersama masyarakat untuk menyerap berbagai aspirasi, mulai dari persoalan ketenagakerjaan, pertanian, hingga penguatan ekonomi kerakyatan. Dalam kesempatan tersebut, Romy juga menyalurkan bantuan infrastruktur serta menggelar sejumlah kegiatan sosial bagi masyarakat.
Melalui kegiatan itu, Romy menegaskan arah perjuangan partai ke depan harus bertumpu pada soliditas organisasi, kedekatan dengan rakyat, serta inovasi komunikasi politik untuk memperkuat posisi partai dalam menghadapi kontestasi politik mendatang.