LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Reaksi Kubu Jokowi Setelah Tim Prabowo Buka-bukaan Biaya Pilgub DKI

Kubu Prabowo menilai Jokowi telah membohongi publik dengan mengatakan tidak mengeluarkan uang saat Pilgub DKI. Penyataan tersebut langsung dibantah kubu Jokowi.

2019-01-24 07:00:00
Jokowi
Advertisement

Debat pertama beberapa waktu lalu, Capres Jokowi mengklaim tidak mengeluarkan uang saat Pilgub DKI 2012 silam. Pernyataan Jokowi ini langsung dibantah kubu Prabowo Subianto karena telah membohongi publik. Hashim Djojohadikusumo adik dari Prabowo mengatakan dirinya yang telah membiayai Jokowi saat Pilgub.

"Uangnya dari saya itu kenyataan itu. Saya kira ya maaf ya tidak benar itu. Maka saya heran waktu di debat kok enggak pakai uang, maaf ya ini tidak logis," kata Hashim.

Dinilai berbohong, kubu Jokowi tak terima dan langsung memberikan pembelaan. Berikut ini komentar kubu Jokowi setelah kubu Prabowo Subianto blak-blakan soal biaya Pilgub DKI:

Advertisement

Biaya Pilgub DKI Gotong Royong

Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP Hasto Kristiyanto menanggapi dengan santai pernyataan Hashim Djojohadikusumo yang membiayai Jokowi saat maju Pilgub DKI 2012 lalu. Hasto mengatakan biaya Pilgub DKI dilakukan secara gotong royong antara partai pengusung yakni Partai Gerindra dan PDIP.

"Kami juga bergotong royong, dana saksi saat itu kami juga gotong royong," kata Hasto yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris TKN Jokowi-Ma'ruf.

Advertisement

PDIP: Kami Juga Keluar Dana

DPP PDIP Hendrawan Supratikno tidak setuju jika Jokowi diibaratkan dengan kacang lupa kulitnya. Karena saat debat pertama lalu, Jokowi mengatakan tidak mengeluarkan uang saat Pilgub DKI 2012.

"Bukan kacang lupa kulit, pernyataan Jokowi dalam debat tersebut menunjukkan Prabowo bukan jenderal kardus yang suka bikin rekomendasi atas pertimbangan besaran upeti," kata Hendrawan.

Hendrawan juga mengatakan jika PDIP juga mengeluarkan uang untuk kampanye Jokowi-Ahok saat itu. Biaya tersebut ditanggung secara gotong-royong. "Kami juga keluar dana. There is no free lunch," ujar Hendrawan.

Gerindra dan PDIP Berbagi Peran

Politisi PDIP, Eva Sundari tidak menampik jika Hashim Djojohadikusumo, adik dari Prabowo membiayai Jokowi-Ahok saat Pilgub DKI. Namun, Juru bicara TKN Jokowi-Ma'ruf Amin ini mengatakan jika Gerindra dan PDIP berbagi peran untuk memenangkan Jokowi-Ahok 2012 lalu.

"Kalau kita lihat biaya besar Gerindra untuk kampanye itu about Pak Prabowo Subianto dan Pak Jokowi dan Ahok itu cuma figuran. Jadi kalau sekarang dia ngomong bermiliar-miliar serangan udara, serangan darat ya seluruh PDIP," jelas Eva.

PDIP juga turut membiayai Pilgub DKI tersebut. "PDIP pun bantingan (urunan). Pembiayaannya itu gotong-royong," ujar Eva.

Jokowi Tak Bohong

Ketua DPP PDI PAndreas Hugo Pereira menegaskan, biaya politik untuk menghadapi Pilgub DKI 2012 dilakukan dengan gotong royong. Saat itu, PDIP bersama Gerindra berkoalisi mengusung pasangan Jokowi-Ahok.

"Jokowi tidak bohong. Memang kenyataannya seperti itu. Kami gotong royong untuk Jokowi yang representasi PDIP Perjuangan. Sementara representasi Gerindra kan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)," kata Andreas.

Andreas menegaskan, bukan hanya Hashim seorang yang mengeluarkan kocek besar untuk membiayai pemenangan Jokowi-Ahok. PDIP bersama kadernya juga urunan untuk menghadapi Pilkada yang saat itu melawan incumbent, Fauzi Bowo atau Foke.

(mdk/has)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.