Punya PPIR, Kubu Prabowo siap adu strategi dengan Bravo 5 koalisi Jokowi
Musa yang juga Ketua Umum PPIR itu menjelaskan, PPIR beranggotakan para purnawirawan TNI dari 3 matra yaitu darat, laut dan udara. Ditambah polisi di semua tingkatan.
Direktur Eksekutif Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno, Musa Bangun mengungkapkan satu strategi untuk memenangkan Pilpres 2019. Salah satunya dengan mengandalkan kekuatan basis Purnawirawan Pejuang Indonesia Raya (PPIR).
PPIR merupakan organisasi sayap partai Gerindra yang siap berjuang mengantarkan Prabowo-Sandi meraih kemenangan di Pilpres.
"Ya karena kami kan PPIR adalah satu sayap Partai Gerindra. Maka kehadiran kami adalah untuk memperkuat jajaran Partai Gerindra. Maka kehadiran kami adalah untuk memperkuat jajaran partai Gerindra," kata Musa di media center Prabowo-Sandi, Jl Sriwijaya I No 35, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (6/11).
Musa yang juga Ketua Umum PPIR itu menjelaskan, PPIR beranggotakan para purnawirawan TNI dari 3 matra yaitu darat, laut dan udara. Ditambah polisi di semua tingkatan. Dia mengatakan, secara struktur para purnawirawan ini terus bekerja sampai akar rumput.
"Para pensiunan bintara tamtama, pensiunan perwira pertama yang di daerah daerah. inilah yang kami himpun untuk mendorong, membantu, Partai Gerindra menguatkan sayap di bawah, seperti itu," ucap Musa.
"Karena kebetulan para purnawirawan latar belakangnya adalah militer yang punya pengalaman. Ada yang pernah jadi babinsa, ada yang pernah jadi danramil, dandim, sampai ke tingkat pangdam," sambungnya.
Musa menampik para purnawirawan tersebut akan bekerja secara senyap. Dia ingin timses kerja dengan terbuka sesuai peraturan KPU. Purnawirawan PPIR satu paket dengan Gerindra.
Tugas PPIR menyalurkan aspirasi politik kepada partai berlambang burung Garuda itu. Sehingga otomatis, sikap Gerindra mengusung dan memenangkan Prabowo-Sandi disukseskan juga oleh PPIR.
"Malah PPIR ini kami bikin seragam, uniform, semuanya terbuka sesuai aturan KPU, seperti itu. Karena kami bagian dari partai, cuma kami sekarang bekerjanya di bidang politik, karena kami menyalurkan aspirasi politik melalui Partai Gerindra. Gerindra sekarang mengusung capres, maka kami ikut berjuang memenangkan capres yang diusung koalisi," tuturnya.
Musa tak khawatir jika Jokowi-Ma'ruf Amin punya timses purnawirawan militer bernama Bravo-5 yang digagas Luhut Binsar Panjaitan dan dipimpin mantan Wakil Panglima TNI Jenderal (Purn) Fachrul Razi. Menurutnya ini konsekuensi demokrasi untuk berkompetisi.
"Di sana ada koalisi partai-partai, di sini juga ada koalisi partai-partai dengan semua unsur kekuatan yang ada. Saya kira normal saja kan, enggak ada sesuatu yang luar biasa. Inilah demokrasi Indonesia," ujarnya.
Tak mau kalah, PPIR juga pernah bertugas di daerah, menjadi babinsa. Dengan latar belakang tersebut mereka menguasai wilayah di kecamatan dan desa.
"Mereka lah yang sekarang menjadi motor kami di bawah," ucapnya.
Misi kursi RI-1 Prabowo, juga akan disukseskan oleh 300 Purnawirawan Jenderal TNI yang pernah mendeklarasikan diri Prabowo-Sandi di Hotel Sari Pan Pasifik pada bulan September lalu. 300 purnawirawan itu otomatis membantu PPIR mensukseskan Prabowo. Musa enggan mengungkapkan daerah mana yang dibidik para purnawirawan Jenderal pendukung Prabowo guna mendulang suara.
"Itu bagian dari strategi kemenangan, enggak perlu kita ungkapkan semuanya. Saya kira sama dengan pihak sebelah juga pasti punya strategi masing-masing kan, adu strategi. Kira-kira seperti itu merebut simpati rakyat, merebut hati dan pikiran rakyat," pungkas jenderal bintang dua tersebut.
Baca juga:
Yusril blak-blakan alasan tinggalkan Prabowo-Sandi
Bantah Taufik, PKS tegaskan tak masuk akal Wagub DKI jatah Gerindra
Reaksi Ketua Timses Prabowo soal Yusril gabung ke Jokowi: Ini demokrasi, bebas saja
Ketua Timses: Prabowo bukan janji tak impor, hanya usahakan swasembada
Timses duga Yusril gabung Jokowi karena tak cocok dengan gaya politik Prabowo