Prabowo: Kunci Negara Sukses Berani Akui Kesulitan dan Cari Solusi Bersama
Presiden Prabowo Subianto menegaskan keberhasilan negara terletak pada keberanian mengakui kesulitan dan mencari solusi. Ini adalah kunci sukses yang ditekankan Prabowo untuk perbaikan tata kelola pemerintahan.
Presiden Prabowo Subianto baru-baru ini menegaskan bahwa keberhasilan sebuah negara tidak ditentukan oleh kemampuannya menghindari persoalan. Sebaliknya, kesuksesan justru terletak pada keberanian menghadapi dan menyelesaikan setiap kesulitan serta tantangan yang muncul. Pernyataan ini disampaikan dalam sebuah acara penting di Jakarta.
Dalam penutupan Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia di Jakarta pada Minggu, Presiden Prabowo menekankan hal tersebut. Ia menyoroti pentingnya budaya terbuka terhadap kritik dan masukan dari berbagai pihak. Hal ini sangat krusial untuk menemukan solusi secara bersama-sama.
Menurut Prabowo, setiap kesulitan harus dihadapi dengan keberanian, bukan dihindari atau ditutupi dari publik. Oleh karena itu, pemerintah harus berani mengakui kekurangan yang ada dan bekerja keras mencari jalan keluar yang efektif. Langkah ini dinilai esensial demi perbaikan tata kelola pemerintahan.
Pentingnya Keterbukaan dan Pencarian Solusi
Prabowo menegaskan keyakinannya bahwa kesulitan harus dihadapi secara langsung. "Karena saya berkeyakinan bahwa kesulitan itu harus dihadapi. Kesulitan harus dihadapi, dan kita harus berani menghadapi kesulitan, berani mengakui kesulitan, dan bekerja keras mencari solusi terhadap kesulitan," kata Prabowo. Pernyataan ini disampaikan dalam forum Sarasehan Kebangsaan tersebut.
Presiden juga menjelaskan bahwa pandangan ini diperolehnya dari berbagai masukan yang diterima selama ini. Ia meyakini bahwa organisasi maupun negara yang berhasil adalah yang mampu mengenali persoalan secara jujur. Setelah itu, mereka harus berani mengambil langkah konkret untuk mengatasinya.
"Ini saya dapat dari banyak masukan. Organisasi, masyarakat, dan negara yang sukses adalah yang berani mengetahui, mencari kesulitan dan kekurangan, lalu mengatasinya," tuturnya. Dengan demikian, keberanian mengakui kesulitan menjadi fondasi utama. Hal ini mendorong upaya kolektif dalam mencari solusi terbaik bagi bangsa.
Peran Akademisi dan Kebebasan Kampus
Prabowo juga menegaskan komitmennya untuk mempelajari dan menindaklanjuti setiap usulan yang diterima dari para rektor dan akademisi. Usulan-usulan ini akan menjadi bagian penting dari upaya pemerintah memperbaiki tata kelola pemerintahan. "Saya terima daftar usulan dan daftar pertanyaan yang tadi disampaikan cukup banyak. Saya janji satu per satu akan saya perhatikan," katanya.
Pada kesempatan yang sama, Presiden Prabowo menekankan pentingnya menjaga kebebasan akademik di lingkungan kampus. Ia menilai perbedaan pandangan merupakan hal yang wajar dalam dunia pendidikan tinggi. Namun, perbedaan tersebut harus diarahkan untuk melahirkan gagasan dan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat luas.
Presiden berharap perguruan tinggi terus berfokus mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pengembangan ini harus mampu memberikan manfaat nyata bagi rakyat Indonesia. Ia juga mengingatkan bahwa seluruh ekosistem pendidikan, baik negeri maupun swasta, memperoleh dukungan dari negara melalui berbagai bentuk subsidi.
"Biarlah kampus aktif menggeluti sains dan teknologi untuk memberi manfaat kepada rakyat yang membiayai kampus-kampus itu, yang membiayai semua lembaga pendidikan. Swasta berperan sangat penting, tapi swasta pun menikmati uang rakyat dari subsidi listrik, subsidi BBM, dengan segala upaya yang kita lakukan. Jadi saudara, ini adalah bernegara," tuturnya. Ini menunjukkan bahwa keberanian mengakui kesulitan dan mencari solusi juga berlaku dalam ekosistem pendidikan.
Sumber: AntaraNews