LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Prabowo kalah dari Jokowi dalam survei SMRC, PKS duga ada penggiringan opini

SMRC melakukan survei pada 7-14 September. Menurut Suhud, terlalu prematur untuk menjelaskan realitas karena belum ada penetapan capres-cawapres.

2018-10-08 17:20:57
Koalisi Prabowo
Advertisement

Survei SMRC memenangkan pasangan calon nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf dengan angka telak di 60,4 persen, dibandingkan pasangan calon nomor urut 02, Prabowo-Sandiaga. Badan Pemenangan Nasional Koalisi Indonesia Adil Makmur, menyebut sigi itu seolah dipaksakan untuk penggiringan opini.

"Terkesan ada upaya penggiringan opini publik yang dipaksakan melalui kegiatan survei," ujar Jubir Prabowo-Sandiaga Suhud Alynudin kepada wartawan, Senin (8/10).

Politisi PKS itu tetap menghargai survei sebagai kerja ilmiah. Meski harus ada beberapa penjelasan yang jujur soal survei.

Advertisement

SMRC melakukan survei pada 7-14 September. Menurut Suhud, terlalu prematur untuk menjelaskan realitas karena belum ada penetapan capres-cawapres.

"Ingat, selisih saat Pemilu 2014 lalu hanya 6 persen. Hasil survei selisih hingga 20 persen. Bagaimana menjelaskannya? Apalagi di saat kinerja pemerintah kurang baik dalam mengatasi masalah ekonomi," jelas Suhud.

Dia mengungkit bagaimana survei di Amerika Serikat transparan siapa yang mendanai. Namun, Suhud tak mau menuding siapa yang menyuntik dana kepada SMRC.

Advertisement

"Di Amerika Serikat di mana ada transparansi dari lembaga-lembaga survei terkait pendanaan dan lain-lain. Jadi, biar masyarakat yang menilai saja. Masyarakat kita sudah cerdas," pungkasnya.

Sementara itu, Sekretaris Koalisi Indonesia Kerja, Hasto Kristiyanto menilai elektabilitas itu dapat tercapai karena kampanye Jokowi-Ma'ruf berdasarkan kinerja dan program, serta memajukan kesantunan publik, yang dapat diterima rakyat.

"Elektabilitas tinggi kami syukuri sebagai energi positif, pemacu semangat untuk lebih masif lagi turun ke daerah dan memenangkan hati rakyat untuk Jokowi-Kiai Maruf Amin," kata Hasto

Sebelumnya, Hasil Survei nasional Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) tentang elektabilitas calon presiden yang dilakukan September 2018, menyebutkan 60,4 persen warga akan memilih Jokowi apabila pemilu dilaksanakan sekarang.

"Dengan mewawancarai 1.220 responden secara random di seluruh Indonesia, survei menunjukkan 60,4 persen akan memilih Jokowi sebagai presiden, sementara yang memilih Prabowo hanya 29,8 persen," kata Direktur Eksekutif SMRC Djayadi Hanan.

Djayadi mengatakan, berdasar hasil survei tersebut peluang Jokowi untuk terpilih kembali pada Pilpres 2019 semakin menguat. "Jarak perolehan suara antara Jokowi dan Prabowo melebar," katanya.

Dibandingkan survei Mei 2018, suara dukungan Jokowi naik 3 persen yakni dari 57 persen menjadi 60 persen, sedangkan Prabowo turun dari 33,2 persen menjadi 29,4 persen.

Baca juga:
Takut dipolitisasi, Sandiaga ogah jenguk Ratna Sarumpaet
Prabowo-Sandiaga rajin ke pesantren, Cak Imin yakin ulama se-Jawa dukung Ma'ruf
Sering mati lampu, Sandiaga sebut pemerintah belum optimalkan energi terbarukan
Sandiaga ungkap kekagumannya pada sosok Ma'ruf Amin
Cak Imin sebut kompetensi Ma'ruf Amin sebagai ekonom bakal lebih di-explore

(mdk/ray)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.