Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Cak Imin sebut kompetensi Ma'ruf Amin sebagai ekonom bakal lebih di-explore

Cak Imin sebut kompetensi Ma'ruf Amin sebagai ekonom bakal lebih di-explore Cawapres Maruf Amin beri bantuan korban gempa Palu. ©2018 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Merdeka.com - Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin menanggapi survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang menyebut cawapres tidak memberikan dampak signifikan terhadap elektabilitas capres. Menurutnya, ada konstribusi yang signifikan dari sosok cawapres.

Dia mengatakan, bakal ada gebrakan untuk cawapres nomor urut 01 Ma'ruf Amin. Sosoknya sebagai ekonom bakal lebih digali.

"Kiai Ma'ruf akan kita 'explore' kompetensinya selama ini ahli ekonominya kurang di-explore, beliau kan ahli ekonomi," kata Cak Imin di Kompleks Parlemen, Jakarta Selatan, Senin (8/10).

Selain ekonomi, menurutnya, Ma'ruf juga ahli di bidang sumber daya manusia. Pekan depan, tim kampanye bakal lebih mengedepankan dua kompetensi Ma'ruf tersebut.

"Dua hal ini dalam waktu minggu depan kemampuan beliau tentang ekonom. Kemampuan tentang pembangunan SDM ini akan kita paparkan," ucapnya.

Selain di lumbung suara Islam, Ma'ruf juga akan diplot untuk merebut segmen lainnya. Cak Imin sendiri yang bakal memimpin.

"Saya mewakili Kiai Ma'ruf di seluruh berbagai tempat di daerah tengah dalam langkah merebut segmen baru," katanya.

Seperti diketahui, hasil SMRC menyebut elektabilitas calon presiden dan calon wakil presiden Joko Widodo-Ma'ruf Amin unggul atas Calon Presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

"Untuk simulasi dua pasangan, Jokowi-Ma'ruf Amin 60,4 persen dan Prabowo-Sandiaga 29,8 persen. Sementara 9,8 persen tidak menjawab," ujar Direktur Eksekutif Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC) Djayadi Hanan di Kantor SMRC, Menteng, Minggu (7/10).

Meski demikian, Djayadi mengatakan pengaruh sosok cawapres tidak begitu besar terhadap hasil elektabilitas kedua capres. Diketahui, hasil head to head Jokowi dan Prabowo, Jokowi meraih 60,2 persen sementara yang memilih Prabowo 28,7 persen.

"Cawapres tidak punya efek signifikan terhadap elektabilitas pasangan capres," katanya.

Menurutnya, tinggi elektabilitas Jokowi-Ma'ruf Amin didukung oleh tingginya elektabilitas Jokowi. "Melihat elektabilitas simulasi kedua pasangan yang tak jauh berbeda dengan simulasi capres, maka kehadiran cawapres belum memiliki dampak besar kepada elektabilitas capres," tandasnya

Diketahui, survei SMRC dilakukan pada 7-24 September 2018 dan melibatkan 1.220 responden seluruh Indonesia.

(mdk/dan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP