LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Politisi PDIP merinding baca pengakuan Freddy Budiman

Freddy memberikan pengakuan bahwa memberikan uang miliaran rupiah pada TNI, Polri dan BNN untuk muluskan bisnis narkoba

2016-07-29 15:06:01
PDIP
Advertisement

Anggota Komisi III DPR RI Masinton Pasaribu mengatakan, pihaknya akan mengundang Koordinator KontraS Haris Azhar, terkait kesaksian Freddy Budiman tentang kebobrokan aparat negara dalam peredaran narkoba. Kesaksian itu didengar langsung oleh Haris dari Freddy, saat mengunjunginya di Lapas Nusakambangan pada 2014 silam. Haris kemudian menceritakan hal itu di media sosial.

"Informasi itu menarik ditelusuri nanti. Komisi III kan bisa mengundang Haris untuk diskusi, bagaimana kebenaran informasi tersebut. Sehingga kami juga bisa menelusuri," kata Masinton ketika dihubungi, Jumat (29/7).

Masinton berharap, Haris Azhar memiliki bukti rekaman atas pengakuan Freddy tersebut. Sebab, apabila Haris memiliki bukti rekaman, dirinya memastikan jika Komisi III akan melakukan penelusuran terkait hal itu.

"Karena kalau informasi yang ada seperti disampaikan Freddy kepada Haris, merinding juga saya. Di situ melibatkan oknum-oknum BNN, Polri, perwira tinggi TNI yang mobilnya dipakai. Ada yang nitip-nitip harga segala," ujarnya.

Jika informasi tersebut benar, lanjut Masinton, maka menurutnya telah ada mafia yang bukan lagi ecek-ecek, melainkan mafia yang memang sudah terorganisir dan membahayakan negara.

"Sebenarnya cara-cara begini, harus diurai karena melibatkan banyak pihak. Ini kayak cerita di film-film jadinya," kata Masinton.

Lebih lanjut, politisi PDI Perjuangan ini juga menekankan bahwa pihaknya perlu mendalami informasi tersebut, guna menelusuri semua oknum-oknum aparat yang diduga terlibat dalam sindikat jaringan narkotika seperti pengakuan Freddy.

"Ini bahaya sudah, artinya apa yang disampaikan dalam versi Freddy pada Haris, narkoba sudah lampu merah benar, karena melibatkan banyak pihak," ujar Masinton.

"Saya waktu ke Salemba, di situ ada Freddy, tahanan pajak, saya sempat sapa. Saya pengen gali cerita dari dia, mungkin karena banyak petugas Lapas, dia senyum saja, cuma sapa-sapa biasa. Ya nggak jadi," pungkasnya.

Baca juga:
Pesan terakhir Osmanu untuk sang kekasih: Dia minta saya bersabar
Sudah 2 hari ayah Merry Utami menghilang dari Rusunawa
Dukun Wayan Suaka pembantai keluarga polisi akan dieksekusi mati
Menkum HAM: Eksekusi mati adalah pesan keras buat bandar narkoba
Istri terpidana mati: Eksekusi dilakukan setelah tengah malam
Jelang eksekusi mati, waspada cuaca ekstrem di Nusakambangan
Terpidana mati yang dieksekusi malam nanti dikabarkan berkurang 1

(mdk/rnd)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.