Politikus PDIP: Mau reshuffle kenapa harus menunggu satu tahun?
PDIP melihat kinerja menteri bidang ekonomi belum maksimal untuk mengatasi persoalan.
Politikus PDIP Andreas Eddy Susetyo menyebut jika Presiden Joko Widodo merasa ada menteri yang patut ditendang dari kabinet kerja tak perlu menunggu selama satu tahun. Walaupun begitu, ia tetap berpegang teguh bahwa melakukan reshuffle kabinet menjadi hak prerogatif Presiden seutuhnya.
"Reshuffle ini hak prerogatif presiden yang penting kita sampaikan kondisi yang sekarang ini. Kalau memang harus dilakukan dengan cepat untuk direshuffle, saya kira tidak perlu menunggu satu tahun," kata Andreas di Gedung DPR, Jakarta, Senin (8/6).
Anggota Komisi XI DPR melihat kinerja para menteri bidang ekonomi saat ini belum begitu maksimal untuk mengatasi persoalan-persoalan yang ada. Terutama mengatasi naiknya harga bahan pokok.
"Kita kerja yang diperlukan teamwork, bagaimana satu tim bekerja dengan searah satu tujuan," katanya.
Namun, ia berharap jika benar reshuffle kabinet dilakukan oleh Jokowi, maka menteri yang baru ditunjuk itu dapat mengatasi problema yang ada, bukan dengan menambah masalah baru.
"Harus dilihat pergantian menteri ini jangan dijadikan masalah baru," tandasnya.
Baca juga:
Tak seperti Soetrisno Bachir, Ketum PAN makin kencang kritik Jokowi
Ini manuver PAN ke Jokowi agar kader masuk kabinet
Politikus PDIP minta PAN jangan banci jika ingin gabung kabinet
Zulkifli Hasan hibahkan kader PAN masuk kabinet jika dibutuhkan
Soetrisno Bachir: Kalau JK katakan reshuffle, harusnya Jokowi juga