LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Pimpinan DPR ingin Ujian Nasional 2018 dievaluasi

Wakil Ketua DPR RI Taufik Kurniawan melihat, perlu adanya evaluasi pada hasil Ujian Nasional (UN) 2018. Pasalnya dikabarkan nilai hasil UN tingkat SMA/SMK/MA 2018 mengalami penurunan bila dibandingkan tahun lalu.

2018-05-06 17:04:00
Ujian Nasional
Advertisement

Wakil Ketua DPR RI Taufik Kurniawan melihat, perlu adanya evaluasi pada hasil Ujian Nasional (UN) 2018. Pasalnya dikabarkan nilai hasil UN tingkat SMA/SMK/MA 2018 mengalami penurunan bila dibandingkan tahun lalu.

Kendati integritas siswa meningkat, namun penurunan nilai ini harus menjadi perhatian.

"Kita apresiasi integritas dan kejujuran siswa dalam mengerjakan soal mengalami peningkatan. Tapi penurunan nilai ini juga tak bisa dikesampingkan. Ada apa dengan penurunan nilai ini. Apalagi kemarin cukup ramai siswa mengeluh soal UN yang terlalu sulit. Apakah soalnya, atau apa. Perlu ada evaluasi menyeluruh," kata Taufik saat dihubungi, Minggu (6/5).

Advertisement

Waketum PAN ini juga mengkritisi semangat dan motivasi belajar siswa. Ia khawatir, karena UN ini tidak menentukan kelulusan, sehingga siswa tidak mempersiapkan untuk menghadapi UN dengan baik. Atau karena sistem pelaksanaan ujian dengan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), yang membuat siswa kesulitan.

"Tentu ini menjadi tantangan kita, agar ada perbaikan pada pendidikan kita ke depannya. Apakah karena sistem yang berubah ke UNBK, atau memang tingkat kesulitan soal yang meningkat. Atau justru malah tidak ada motivasi dari siswa, dalam kaitan menghadapi UNBK. Kita harap Mendikbud dapat mengevaluasi hal ini," harap dia.

Diketahui, Pelaksanaan UNBK dan UN berbasis kertas pensil (UNKP) jenjang SMA sederajat telah diserahkan pemerintah melalui Kemendikbud kepada dinas pendidikan provinsi. Kepala Pusat Penilaian dan Pendidikan (Puspendik) Kemendikbud, M Abduh mengakui adanya penurunan UN SMA sederajat tersebut.

Advertisement

Dia berpendapat, sekolah-sekolah yang beralih dari UNKP ke UNBK cenderung mengalami penurunan nilai UN. Namun begitu, penggunaan UNBK memiliki konsekuensi logis dengan terjadinya peningkatan indeks integitas UN (IIUN) di sekolah-sekolah tersebut. Berdasarkan data empirik, tambahnya, UNBK juga berhasil meminimalisasi kecurangan UN.

Salah satu daerah yang nilai UN tingkat SMA/SMK/MA mengalami penurunan adalah Jawa Timur. Untuk jenjang SMA, terdapat 146.183 dari 172.105 siswa yang mendapat nilai di bawah 55. Angka ini membuat persentase siswa yang mendapat nilai di bawah 55 menjadi naik dari 85,13 persen menjadi 85,30 persen.

Baca juga:
Nilai UN tahun ini turun, Bamsoet minta Kemendikbud evaluasi menyeluruh
109 Siswa SMA di Jateng raih nilai 100 mata pelajaran Matematika UN 2018
Masih banyak pelajar SMP di Padang ujian nasional menggunakan kertas
Miris, siswa SD di Serang terpaksa mengerjakan UN di kelas nyaris ambruk
Semangat peserta UNBK di SMPN 1 terbuka di Tangsel demi pendidikan lebih tinggi
Ini penyebab server down di hari pertama UNBK SMP
19 Laptop untuk UNBK SMP PGRI Batu Ceper digondol maling

(mdk/rnd)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.