PIMA dan TNI AL Perkuat Kerja Sama Program Kemaritiman Nasional
Perkumpulan Insan Maritim Andalan (PIMA) Indonesia dan TNI AL semakin erat dalam kerja sama PIMA TNI AL membangun program kemaritiman, fokus pada pemberdayaan nelayan dan potensi laut.
Organisasi Perkumpulan Insan Maritim Andalan (PIMA) Indonesia semakin mempererat kerja sama strategis dengan TNI Angkatan Laut dalam menjalankan berbagai program kemaritiman. Kemitraan ini bertujuan untuk membina potensi maritim nasional serta memaksimalkan pemanfaatan sumber daya laut bagi kesejahteraan masyarakat. Penguatan kolaborasi ini ditandai dengan penerimaan plakat penghargaan dari TNI AL kepada PIMA Indonesia pada Jumat (7/11) lalu.
Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas sumbangsih PIMA dalam membangun ragam program kemaritiman yang berkelanjutan. Ketua Umum PIMA Indonesia, Harnoto Darsono, menegaskan bahwa penghargaan ini bukan sekadar pengakuan, melainkan sebuah amanah besar. Amanah tersebut untuk terus berkomitmen dalam membina potensi maritim nasional (Potmar) sesuai arahan langsung dari TNI Angkatan Laut.
PIMA Indonesia telah lama menjadi organisasi binaan TNI AL yang secara konsisten menjalankan fungsi pengelolaan maritim dengan baik. Organisasi ini berperan penting dalam membantu pemerintah memanfaatkan sumber daya laut untuk kepentingan masyarakat umum dan nelayan. Berbagai inisiatif telah diluncurkan untuk mendukung visi Indonesia sebagai poros maritim dunia.
Komitmen PIMA dalam Pengembangan Maritim Nasional
PIMA Indonesia selama ini telah menunjukkan dedikasi tinggi sebagai organisasi binaan TNI AL yang efektif dalam pengelolaan maritim. Organisasi ini berfokus pada pemanfaatan sumber daya laut demi kesejahteraan masyarakat, khususnya para nelayan di berbagai daerah. Pengakuan dari TNI AL melalui plakat penghargaan menjadi motivasi tambahan untuk terus berkarya.
Ketua Umum PIMA Indonesia, Harnoto Darsono, menyatakan, "Ini bukan sekadar penghargaan, melainkan amanah untuk terus berkomitmen dalam membina potensi maritim nasional (Potmar) sesuai arahan dari TNI Angkatan Laut." Pernyataan ini menegaskan bahwa PIMA memandang penghargaan tersebut sebagai tanggung jawab yang lebih besar. Tanggung jawab ini untuk terus berkontribusi pada pengembangan sektor maritim Indonesia.
Sejak awal didirikan, PIMA telah tumbuh menjadi organisasi yang memiliki peran vital dalam mendukung visi maritim Indonesia. Harnoto Darsono menambahkan, "Sejak didirikan, PIMA telah tumbuh sebagai organisasi binaan TNI Angkatan Laut, sebuah kehormatan dan tanggung jawab besar untuk mendukung visi Indonesia sebagai poros maritim dunia." Hal ini menunjukkan komitmen kuat PIMA terhadap cita-cita besar bangsa.
Inovasi dan Pemberdayaan Nelayan Melalui Bioflok
Salah satu program unggulan PIMA Indonesia adalah melatih para nelayan untuk mempelajari beragam metode mencari ikan, termasuk budidaya ikan dengan kolam bioflok. Metode ini sengaja diperkenalkan kepada nelayan agar mereka tetap dapat memperoleh ikan segar. Hal ini sangat membantu bahkan ketika tidak bisa berlayar karena kendala cuaca buruk atau kerusakan kapal.
Saat ini, PIMA Indonesia bersama TNI AL telah berhasil membudidayakan empat kolam bioflok percontohan di kawasan Muara Angke. Sekretaris Jenderal PIMA, Agus Arifin, menjelaskan bahwa pihaknya akan berupaya memfasilitasi seluruh warga yang ingin menerapkan metode kembang biak bioflok. Ini merupakan langkah konkret untuk meningkatkan kemandirian ekonomi nelayan.
Agus Arifin juga menambahkan bahwa PIMA tidak hanya menyediakan fasilitas, tetapi juga akan membantu memberikan pendampingan. Pendampingan ini mencakup tata cara penggunaan metode bioflok kepada masyarakat. "Kita pasti mencarikan lahan, tempat, untuk bisa kita wujudkan apa yang menjadi program kerja dari TNI dengan KKP juga," kata Agus, menunjukkan sinergi antar lembaga.
Program Serbuan Maritim dan Kesejahteraan Nelayan
Selain program budidaya bioflok, PIMA Indonesia juga rutin berperan aktif dalam memberikan bantuan sosial kepada masyarakat nelayan. Bantuan tersebut meliputi pembagian sembako dan fasilitas kesehatan gratis. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya PIMA untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan secara menyeluruh.
Penerapan metode bioflok merupakan salah satu dari empat tujuan utama yang digagas dalam program Serbuan Maritim oleh Pangkoarmada RI Laksamana Madya TNI Denih Hendrata. Program ini memiliki visi yang lebih luas untuk memajukan sektor maritim Indonesia. Tiga tujuan lain dari program Serbuan Maritim adalah membersihkan lingkungan laut, pelibatan anak muda dalam mengembangkan maritim, serta peningkatan kesejahteraan nelayan melalui bakti sosial.
Agus Arifin berharap kerja sama ini dapat menjadi langkah baru untuk mewujudkan kesejahteraan bagi para nelayan di Indonesia. "Ini merupakan salah satu langkah awal karena kan kita melihat masyarakat kita masih tahunya melaut. Mereka masih belum terbiasa dengan budaya bioflok. Makanya ini akan kita kembangkan," ujarnya. Harapan ini mencerminkan komitmen untuk terus berinovasi demi masa depan maritim yang lebih baik.
Sumber: AntaraNews