Pertemuan Jokowi-Setnov usai kasus 'papa minta saham'
"Saya dari dulu selalu memberikan dukungan kepada beliau," kata Novanto.
Presiden Joko Widodo usai menggelar rapat konsultasi dengan pimpinan DPR dan pimpinan Fraksi membahas RUU Tax Amnesty di Istana Merdeka, Jakarta. Dalam rapat konsultasi tersebut turut hadir Mantan Ketua DPR yang kini menjabat sebagai Ketua Fraksi Golkar Setya Novanto.
Nama Setya Novanto pernah menjadi perbincangan panas saat skandal dugaan pencatutan nama Presiden Jokowi ihwal permintaan saham PT Freeport Indonesia.
Namun, Novanto mengaku biasa saja saat kembali bertemu dengan Presiden Jokowi. Sebab, dia mengaku selama ini hubungannya dengan Jokowi.
"Saya dari dulu selalu memberikan dukungan kepada beliau," kata Novanto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (15/4).
Novanto juga mengaku selama menjabat hingga lengser dari kursi Ketua DPR terus melakukan yang terbaik dan mendukung segala program pemerintahan. Dia tak tegas menjawab apakah hubungannya dengan Presiden Jokowi kembali mesra layaknya skandal 'Papa Minta Saham' tak pernah terjadi.
"Dari dulu saya selalu melakukan yang terbaik apa yang diinginkan dari pemerintah dan Presiden Indonesia dan apa yang diprogramkan dan direncanakan untuk kepentingan kesejahteraan rakyat makanya saya selalu mendukung beliau," ujarnya.
Seperti diketahui, Presiden Jokowi marah besar dengan Setya Novanto karena namanya dicatut untuk permintaan saham PT Freeport Indonesia.
"Tidak boleh namanya lembaga negara bermain-main lagi," kata Jokowi, Senin (7/12).
Napasnya tampak naik turun menahan amarah. Kemudian dia melanjutkan lagi ucapannya. "Saya nggak apa-apa dikatakan presiden gila, presiden sarap, presiden kopeg. Tapi sudah mencatut saham 11 persen itu yang saya tidak mau. Ini masalah kepatutan, masalah etika, moralitas, dan itu masalah wibawa!" tegasnya sambil meninggalkan ruangan.
Baca juga:
Kejagung masih evaluasi pengakuan Setnov soal kasus saham Freeport
Kejagung perdalam isi pertemuan Setnov bahas Kontrak PT Freeport
Jaksa Agung tak menyerah panggil Riza Chalid yang terus mangkir
Jaksa Agung dinilai terlalu bersemangat usut kasus pemufakatan jahat
Kejagung kurang bukti naikkan kasus 'Papa minta Saham' ke penyidikan