Pertemuan Jokowi-AHY Cuma Penegasan Posisi, Demokrat Tetap Bersama Prabowo
"Sekali lagi, kami tak meninggalkan kawan di tengah kesulitan. Pertemuan tadi sore terjadi atas undangan Presiden kepada AHY. Tak ada transaksi politik," jelas Rachland
Spekulasi bermunculan usai pertemuan Presiden Joko Widodo dengan Ketua Kogasma Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Istana, Kamis (2/5) sore tadi. Namun, Demokrat tegaskan pertemuan itu atas undangan Istana.
Wasekjen Demokrat Rachland Nashidik menegaskan, partainya tak akan meninggalkan teman koalisi yang sedang kesulitan. Dia pun mengatakan, tak ada transaksi politik di pertemuan Jokowi dan AHY.
"Sekali lagi, kami tak meninggalkan kawan di tengah kesulitan. Pertemuan tadi sore terjadi atas undangan Presiden kepada AHY. Tak ada transaksi politik," jelas Rachland dalam akun Twitternya.
Rachland mengatakan, pertemuan Jokowi dan AHY menegaskan posisi masing-masing saat ini. Dalam pertemuan itu, AHY menyatakan masih berada dalam koalisi paslon nomor 02, Prabowo-Sandiaga.
"Cuma penegasan atas posisi masing-masing. Kami tetap bersama koalisi 02. Tak perlu Pak Prabowo sampai batal menjenguk Ibu Ani," tegas Rachland.
Agar jelas, kata Rachland lagi, pertemuan tadi sore di Istana terjadi atas undangan Presiden kepada AHY.
"Kami bukan pihak yang meminta bertemu. Artinya itu bukan pertemuan untuk menyampaikan pesan SBY kepada Jokowi. Percakapan terakhir SBY dengan Jokowi adalah pada saat Presiden menjenguk Ibu Ani," tutup dia.
Baca juga:
Hasil Pleno KPU Gunungkidul: Jokowi-Ma'ruf 76,54%, Prabowo-Sandiaga 23,46%
Ferdinand Sebut Demokrat Bebas Tentukan Arah Politik Jika Jokowi Menang
Hasil Pleno KPU: Jokowi-Ma'ruf Menang Telak di Yogyakarta
Bawaslu Segera Tindak Lanjuti Laporan BPN Soal Situng KPU Bermasalah
Laporan Dana Kampanye Jokowi-Ma'ruf: Masuk Rp 606 M, Keluar Rp 601 M
Jokowi: Terima Kasih Mas AHY
Usai Lapor Dana Kampanye, Sandiaga Keluhkan Sistem KPU Tak Berjalan Baik