PDIP Sanksi Keras Loyalis Puan Maharani Bentuk Dewan Kolonel
Sejumlah kader PDIP yang diberikan teguran keras adalah Trimedya Panjaitan, Johan Budi, Masinton Pasaribu dan Hendrawan Supratikno. Ada beberapa nama lagi yang akan dipanggil untuk mengklarifikasi.
DPP PDI Perjuangan memberikan sanksi lebih keras kepada sejumlah loyalis Puan Maharani yang membentuk Dewan Kolonel. Daripada Ganjar Pranowo yang hanya diberikan teguran lisan, para loyalis Ketua DPR RI ini diberikan sanksi terakhir atau teguran keras.
Ketua DPP PDIP Bidang Kehormatan Komarudin Watubun mengatakan, pembentukan Dewan Kolonel melanggar aturan partai. Apalagi sudah diberikan peringatan pertama.
"Kenapa mereka ini langsung dijatuhkan sanksi terakhir, sanksi keras dan terakhir? Karena mereka lakukan kegiatan di luar AD/ART Partai, dan sudah pernah diberi peringatan pertama, kemudian ini peringatan ketiga keras dan terakhir," ujar Komarudin saat konferensi pers usai klarifikasi Ganjar di kantor DPP PDIP, Jakarta, Senin (24/10).
Sejumlah kader PDIP yang diberikan teguran keras adalah Trimedya Panjaitan, Johan Budi, Masinton Pasaribu dan Hendrawan Supratikno. Ada beberapa nama lagi yang akan dipanggil untuk mengklarifikasi.
"Kami jatuhkan sanksi kepada teman-teman yang menamakan diri sebagai Dewan Kolonel, antara lain Pak Trimedya Panjaitan, kemudian Pak Johan Budi, Masinton, Pak Prof Hendrawan dan beberapa yang memang ada nama tapi mereka tidak terlibat langsung di media, kami akan panggil lakukan klarifikasi," ujar Komarudin.
Dibanding Ganjar yang menyatakan siap menjadi calon presiden, pembentukan Dewan Kolonel tidak dikenal dalam keorganisasian PDIP. Sementara pernyataan Ganjar tidak melanggar aturan partai. Teguran lisan diberikan karena pernyataan tersebut multitafsir.
"Kalau bung Ganjar tadi saya sampaikan, meskipun pernyataan itu tidak melanggar aturan tapi menimbulkan multitafsir di media karena itu kami memberi sanksi teguran lisan," jelas Komarudin.
Baca juga:
Gaya Ganjar Pranowo Penuhi Panggilan PDIP Usai Bilang Siap Nyapres
Momen Santai dan Ceria Ganjar 'Disidang' PDIP Usai Bilang Siap Nyapres
PDIP Cari Mitra Koalisi Pilpres Tanpa Ada Menyalip di Tikungan
PDIP Sanksi 'Dewan Kolonel' Pendukung Puan karena Tak Dikenal dalam AD/ART Partai
Jokowi Minta Parpol Tak Sembrono Pilih Capres, PDIP: Semua Harus Pertimbangan Matang
Isu Reshuffle, Hasto Ingatkan Elite Partai di Kabinet Soal Etika