Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Jokowi Minta Parpol Tak Sembrono Pilih Capres, PDIP: Semua Harus Pertimbangan Matang

Jokowi Minta Parpol Tak Sembrono Pilih Capres, PDIP: Semua Harus Pertimbangan Matang Jokowi dan Jusuf Kalla Hadiri HUT Partai Golkar. ©2019 Liputan6.com/JohanTallo

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan agar partai lebih teliti dan cermat dalam menentukan nama Capres 2024. Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menilai, apa yang disampaikan Presiden Jokowi merupakan pesan bahwa penentuan capres dan cawapres memiliki tanggung jawab besar.

"Jadi pernyataan dari Pak Jokowi kan lebih menekankan bahwa capres dan cawapres itu punya tanggung jawab yang besar, karena itulah semuanya harus melalui pertimbangan yang matang," kata Hasto di GBK Arena, Senayan, Jakarta, Minggu (23/10).

Hasto menilai wajar jika pesan itu disampaikan oleh Presiden Jokowi kepada partai politik di tanah air. Sebab, hal tersebut berkaitan dengan arah pembangunan bangsa ke depan.

Menurut Hasto, pesan Presiden Jokowi menjadi pegangan partai untuk lebih cermat dan teliti dalam menentukan sosok Capres dan Cawapres ke depan.

"Karena kapasitas beliau sebagai presiden ya kita khikmat bersama bahwa pemimpin itu merupakan sosok yang menentukan arah masa depan bangsa dan negara dengan tanggung jawab jumlah penduduk yang begitu besar," ucap Hasto.

"Tanggung jawab pemimpin tidak ringan, itulah yang kami pahami," sambungnya.

Jokowi Minta Parpol Tak Sembrono Pilih Capres

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan Golkar untuk tidak sembrono dalam deklarasi calon presiden di Pemilu 2024.Dia minta, Golkar hati-hati dan cermat dalam memilih calon presiden pengganti dirinya nanti.

"Meskipun tadi saya lihat sudah teriak semua Pak Airlangga Hartarto dan saya juga meyakini bahwa yang akan dipilih oleh Partai Golkar, capres maupun cawapres ini adalah tokoh-tokoh yang benar," ujar Jokowi di acara HUT Golkar, Jakarta, Jumat (21/10).

Jokowi mengibaratkan, calon presiden itu seperti pilot. Capres akan memimpin negara dengan rakyat ratusan juta orang. Pilpres, dia ibaratkan memilih pilot dan kopilot.

"Ada perusahaan Airlines ingin memilih pilot, ada 2 calon, pilot pertama ini ngomong, agar dia bisa terpilih, dia mengatakan saya akan patuhi hukum penerbangan internasional dan saya akan terbang di ketinggian 30 ribu kaki," kata Jokowi.

Kemudian, Pilot kedua berjanji semua calon penumpang akan duduk di kelas bisnis. Seluruh penumpang akan diberikan diskon tiket.

"Bapak ibu akan tertarik yang mana? Kalau yang sekarang pasti akan tertarik yang nomor 2, karena semua disiapkan kelas bisnis dan semua diberikan diskon tiket gratis, yang milih nomor 2 itu hati-hati," tutur Jokowi.

Politikus PDIP ini mengatakan,karena emosional dan kurang informasi akhirnya dipilih pilot nomor dua. Sebetulnya tawarannya tidak masuk akal. "Sudah diberikan kelas bisnis semua kemudian tiketnya didiskon, menarik sekali tapi tidak masuk akal," tegas Jokowi.

Jokowi mengingatkan, jangan sembarangan menentukan calon pilot dan kopilot yang akan dipilih. Rakyat, kata dia, juga jangan sembarangan memilih calon presiden dan wakil presiden.

"Juga saya titip pesan, jangan terlalu lama-lama. Saya dengar-dengar dan saya melihat tiap hari itu Pak Airlangga Hartarto rangkulan terus dengan Pak Mardiono dari PPP dan Pak Zulkifli Hasan dari PAN,"

"Jangan hanya rangkul-rangkulan terus. Tapi saya meyakini sebentar lagi pasti akan segera menentukan. Kita tunggu saja," ujar dia.

Reporter: Muhammad Radityo Priyasmono

(mdk/gil)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP