LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Partai Gerindra siap merapat ke Rasiyo-Lucy di Pilwali Surabaya

"Dukungan yang diberikan untuk Rasiyo-Lucy menang tidak secara struktural," terang Ahmad Hadinuddin.

2015-09-16 01:01:00
Pilkada Surabaya
Advertisement

Karena alasan pernah satu 'rumah' di Koalisi Majapahit, Partai Gerindra akan mempertimbangkan untuk bergabung dengan Partai Demokrat dan Partai Amanat Nasional (PAN) untuk memenangkan pasangan Rasiyo-Lucy Kurniasari di Pilwali Surabaya 2015 mendatang.

"Dukungan yang diberikan untuk Rasiyo-Lucy menang tidak secara struktural. Dan yang dilakukan Gerindra akan sama dengan partai-partai lain yang tergabung dalam Koalisi Majapahit," terang Bendahara DPD Partai Gerindra Jawa Timur, Ahmad Hadinuddin, Selasa (15/9).

Bahkan, Hadinuddin mengaku optimis, semua koleganya di Koalisi Majapahit akan seluruhnya memberi dukungan untuk pasangan Rasiyo-Lucy, meski model dukungan itu berbeda-beda antara satu partai dengan partai yang lain.

"Tapi saya optimis, semua partai anggota Koalisi Majapahit akan merapat ke Rasiyo-Lucy," katanya yakin.

Seperti diketahui, sebelum Partai Demokrat dan PAN mengusung calonnya untuk melawan incumbent Tri Rismaharini-Whisnu Sakti Buana, Partai Gerindra membangun Koalisi Majapahit bersama enam partai lain, seperti Demokrat, PAN, PKS, PKB, Golkar dan PPP.

Koalisi Majapahit dibentuk dengan tujuan mencari calon tangguh yang mampu melawan dominasi Risma-Whisnu. Namun, tak satu pun calon ditemukan, hingga masa pendaftaran yang dibuka oleh KPU pada 26 Juli, berakhir pada 28 Juli.

Selanjutnya, di masa tambahan pendaftaran pada 1 hingga 3 Agustus, Demokrat dan PAN memutuskan keluar dari Koalisi Majapahit dan mengusung pasangan Dhimam Abror-Haries Purwoko. Mereka didaftarkan pada 3 Agustus. Sayang, Haries menghilang dari Kantor KPU Surabaya, sehingga pendaftaran dibatalkan.

Di masa tambahan pendaftara tahap dua, Demokrat dan PAN kembali mendaftarkan Rasiyo-Abror pada 11 Agustus. Lagi-lagi sayang, pada 30 Agustus, KPU mengumumkan pasangan tersebut tidak memenuhi syarat (TMS). Sampai akhirnya, di masa pendaftaran tambahan tahap tiga, Rasiyo-Lucy dipasang, dan dianggap pasangan ideal melawan Risma-Whisnu.

Sementara Koalisi Majapahit, di sepanjang tahapan Pilwali Surabaya hingga terjadi polemik, terus melayangkan protes, karena menganggap KPU terlalu banyak pelanggar aturan. Koalisi Majapahit juga memutuskan mendukung Pilwali Surabaya 2017.

Baca juga:
KPU Surabaya tentukan nasib berkas duet penantang Risma malam ini
Kejar popularitas, sehari 9 kali Rasiyo-Lucy sapa warga Surabaya
Malam ini KPU Surabaya tuntaskan penelitian berkas peserta Pilwali
Masa jabatan berakhir 28 September, Risma diganti Pjs atau Plt?
Pasangan Rasiyo-Lucy juga berpotensi gagal melawan Risma-Whisnu

Advertisement
(mdk/ren)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.