Panglima TNI Sapa Prajurit Gaza: 1.669 Pasien Palestina Telah Ditangani Tim Medis di Perbatasan Mesir
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto sapa prajurit yang bertugas dalam misi kemanusiaan di Gaza melalui video virtual. Tim medis telah tangani 1.669 pasien, mayoritas ortopedi. Apa pesan Panglima?
Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto baru-baru ini menyapa langsung prajurit yang bertugas di misi kemanusiaan Gaza. Sapaan ini dilakukan melalui panggilan video virtual dari kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta. Momen ini menjadi bentuk apresiasi terhadap dedikasi para prajurit dalam menjalankan tugas mulia.
Sapaan tersebut berlangsung pada Minggu, 21 September, di tengah rangkaian kegiatan bakti sosial dan kesehatan TNI. Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 TNI yang akan jatuh pada 5 Oktober mendatang. Jenderal Agus ingin memastikan kondisi dan tugas yang diemban tim medis di lapangan secara langsung.
Prajurit yang disapa tergabung dalam Satgas Kesehatan TNI Gelombang IV yang beroperasi di Floating Hospital El Arish, Mesir. Lokasi rumah sakit ini strategis, berbatasan langsung dengan Gaza, sekitar 40 kilometer dari wilayah konflik. Mereka fokus memberikan pelayanan kesehatan bagi warga Palestina yang terdampak konflik.
Misi Kemanusiaan di Perbatasan Gaza
Kolonel Ckm Komang Agus Wirawan, selaku Komandan Satgas (Dansatgas) Kesehatan TNI Gelombang IV, melaporkan detail misi yang dijalankan timnya. Tim medis ini terdiri dari enam dokter spesialis, 13 perawat, dan enam tenaga kesehatan (nakes) profesional. Mereka semua bertugas di rumah sakit yang terletak di Mesir, dekat dengan perbatasan Gaza.
Komang menjelaskan bahwa timnya beroperasi di Floating Hospital El Arish, Mesir, yang jaraknya kurang lebih 40 kilometer dari Gaza. Tugas pokok utama mereka adalah sebagai misi kemanusiaan. Mereka fokus membantu dan memberikan pelayanan kesehatan bagi warga Palestina yang sedang mengalami konflik berat.
Selain memberikan penanganan medis awal, tim kesehatan TNI juga aktif memberikan terapi lanjutan kepada pasien-pasien. Terapi ini sangat penting bagi mereka yang masih memerlukan perawatan intensif. Hal ini menunjukkan komitmen penuh dalam memberikan bantuan kesehatan yang komprehensif.
Tantangan Kesehatan Utama dan Apresiasi Panglima
Dalam kesempatan sapaan virtual tersebut, Jenderal Agus menanyakan permasalahan kesehatan yang paling banyak ditangani oleh tim. Kolonel Komang menjawab bahwa masalah paling menonjol adalah perawatan pascaoperasi ortopedi. Ini merupakan kondisi yang sering terjadi di daerah konflik.
Komang menjelaskan bahwa kasus terbanyak terjadi akibat ledakan bom, yaitu patah tulang kaki dan tangan. Selain itu, banyak juga ditemukan luka-luka yang masih infeksi dan memerlukan perawatan khusus. Selanjutnya, tim juga melakukan rehabilitasi medis berupa fisioterapi pascaoperasi untuk membantu pemulihan pasien.
Dokter tersebut mengungkapkan bahwa total sudah 1.669 pasien telah ditangani selama satu bulan di Gaza oleh tim kesehatan TNI. Angka ini menunjukkan tingginya kebutuhan akan bantuan medis di wilayah tersebut. Jenderal Agus pun memberikan apresiasinya kepada Komang dan tim yang telah membantu para korban di Gaza.
Panglima TNI menyampaikan pesan penting kepada timnya, "Terus lakukan kegiatan untuk membantu saudara-saudara kita yang ada di Gaza, terutama yang ada di penampungan atau di permukiman sementara." Beliau juga berpesan agar para prajurit menjaga kesehatan selama menjalankan tugas beratnya. "Kami semua bangga kepada Bapak-Bapak dan Ibu-Ibu yang ada di daerah konflik membantu saudara-saudara kita yang sedang tertimpa masalah," tambahnya.
Semangat Bakti Sosial Jelang HUT ke-80 TNI
Momen sapaan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan bakti sosial dan kesehatan TNI. Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka menyambut HUT Ke-80 TNI pada 5 Oktober mendatang. Rangkaian acara ini dikenal sebagai TNI Fair, yang digelar pada 20–21 September 2025.
Secara serentak di seluruh Indonesia, TNI melaksanakan bakti kesehatan dengan skala besar. Kegiatan ini melibatkan 80.000 peserta donor darah dan 80.000 orang untuk layanan pengobatan umum. Selain itu, terdapat 800 peserta pemeriksaan gigi dan 800 anak yang mengikuti khitanan massal.
Layanan kesehatan lainnya mencakup 800 orang operasi katarak dan 8 orang operasi bibir sumbing. TNI juga memberikan pelatihan bantuan hidup dasar (BHD) kepada 800 pengemudi ojek online (ojol). Semua kegiatan ini menunjukkan komitmen TNI dalam melayani masyarakat luas.
Sumber: AntaraNews