LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

'Paling mudah bajak kader parpol lain pakai mahar'

Pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI), Ari Junaedi, menilai 'pembajakan' kader partai lain yang sudah jadi', seperti yang dilakukan NasDem sah-sah saja.

2018-07-04 21:03:00
Partai Nasdem
Advertisement

Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) Lucky Hakim dipastikan pindah ke Partai NasDem. Sebelum Lucky, tokoh parpol yang lebih dulu loncat ke NasDem antara lain Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo (Golkar), Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan (PDIP) dan Bupati Minahasa Utara Vonny Anneke Panambunan (Gerindra).

Melihat fenomena tersebut, pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI), Ari Junaedi, menilai 'pembajakan' kader partai lain yang sudah jadi', seperti yang dilakukan NasDem sah-sah saja. Namun, menjadi tidak etis ketika ada rumor mahar di dalamnya. Diketahui, Lucky Hakim diisukan pindah ke NasDem usai menerima Rp 2 miliar.

"Ya memang paling mudah membajak kader parpol lain itu pakai mahar. Itu bentuk paling mudahnya," kata Ari melalui keterangan tertulis, Rabu (4/7).

Advertisement

Cara lain, kata Ari, adalah lewat cara-cara penyalahgunaan kekuasaan. Cara ini biasanya digunakan ketika mahar tidak membuat kader yang menjadi target tergiur.

"Saya sering keliling dan sudah sering dapat selentingan, kalau kepala daerah bermasalah, pindahlah ke NasDem supaya kasusnya aman," kata Ari.

Hal itu berkaitan dengan Jaksa Agung M Prasetyo yang diketahui pernah lama menjadi pengurus DPP Partai NasDem. Terlepas benar atau tidak, kata Ari, penyalahgunaan kekuasaan tidak bisa dibenarkan dengan alasan apapun.

Advertisement

"Jadi NasDem harus perbaiki pola dan proses kaderisasinya supaya ke depan tidak ada tudingan negatif bahwa NasDem jadi muara kader yang terancam masalah hukum. Sebab (selintingan) ini gambaran di masyarakat," ujarnya.

Ari mengatakan, pembajakan kader parpol lain adalah cara instan yang justru bisa membahayakan NasDem sendiri.

"Selain ideologi (kader bajakan) tidak kuat, dia rentan lompat lagi ke partai lain bila kepentingannya tak terakomodir di NasDem. Jadi ada simalakama di sisi lain," ujarnya.

Selain itu, pembajakan kader partai lain akan memicu ketegangan dengan parpol lain. "Pasti ada singgungan partai lain yang kadernya dibajak. Bahkan bisa menjadi friksi antarpartai di masa selanjutnya," ujarnya.

Berikut mereka yang dibajak oleh Partai NasDem:

1. Lucky Hakim (Anggota DPR Fraksi PAN)
2. Syahrul Yasin Limpo (Gubernur Sulsel/Ketua Golkar Sulsel)
3. Dominggus Mandacan (Gubernur Papua Barat/Pengurus PDIP Papua Barat)
4. Vonny Anneke Panambunan (Bupati Minahasa Utara/Ketua Gerindra Sulut)
5. Anna Sophanah (Bupati Indramayu diusung Golkar)
6. Ipong Muchlissoni (Bupati Ponorogo/Ketua Gerindra Kaltim)
7. Tomy Satria Yulianto (Wakil Ketua DPRD Bulukumba/Demokrat > Wakil Bupati Bulukumba)
8. Hefriansyah (Wali Kota Siantar diusung Demokrat)

Baca juga:
Bertemu Paloh, Ketua Bawaslu imbau NasDem tak ajukan caleg eks koruptor
Lucky Hakim: Saya tidak dibajak NasDem tetapi dipecat PAN
PKPU disahkan, NasDem minta partai politik tak usung eks koruptor jadi caleg
Klaim kemenangan banyak di Pilkada dinilai cara NasDem tutupi elektabilitas jeblok
Khofifah: Pak Surya Paloh yang pertama mendorong saya di Pilgub Jatim
PAN: Lucky Hakim mata duitan, pindah ke NasDem dikasih DP Rp 2 M dan logistik lain

(mdk/rzk)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.