NasDem ikut keputusan Ridwan Kamil soal cawagub
NasDem ikut keputusan Ridwan Kamil soal cawagub. Jika dalam proses pengambilan keputusan soal pendamping ini berjalan alot, Johnny mengatakan itu sebagai pertanda ada banyak calon hebat di Jabar.
Partai Nasional Demokrat (NasDem) telah berketetapan mengusung Ridwan Kamil sebagai calon gubernur di Pilkada Jawa Barat. Setelah sebelumnya Golkar mencabut dukungannya untuk Ridwan Kamil, Wali Kota Bandung itu menggelar pertemuan dengan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri pada Rabu (3/1) kemarin.
Berhembus kabar Emil akan dipasangkan dengan mantan Kapolda Jabar, Anton Charliyan. Sebagai salah satu partai pengusung, Partai NasDem memberikan kebebasan sepenuhnya kepada Emil untuk menentukan pendamping atau calon wakil gubernur (cawagub).
"Kalau terkait pasangan calon, NasDem itu dari awal menyerahkannya kepada Kang Emil untuk mengambil keputusan," kata Sekjen DPP Partai NasDem, Johnny G Plate di Kantor DPP Partai NasDem, Gondangdia, Jakarta Pusat, Kamis (4/12).
Jika dalam proses pengambilan keputusan soal pendamping ini berjalan alot, Johnny mengatakan itu sebagai pertanda ada banyak calon hebat di Jabar. "Justru ketiadaan calon ini yang membuat kita khawatir. Ada banyak calon sehingga prosesnya menjadi sedikit alot. Kami menyerahkan kepada Kang Emil untuk memilih pendamping yang terbaik, siapa pun orangnya," tegasnya.
Soal pendamping ini, Johnny mengatakan Ridwan Kamil juga mendengar pendapat dan masukan dari berbagai tokoh di Jabar sebelum memilih dan menetapkan cawagub. Rekomendasi nama-nama kandidat cawagub juga menjadi masukan sangat penting. Di samping harus ada pendekatan dengan parpol terkait ini.
NasDem berharap Emil akan mendapatkan cawagub yang benar-benar sepaket dan saling melengkapi satu sama lain. "Kita berharap hasil akhir nanti Kang Emil akan datang dengan paket calon yang betul-betul paket calon yang dicintai, disenangi, disukai oleh Jawa Barat sehingga bersama-sama kita memajukan Jawa Barat," pungkas Johnny.
Baca juga:
Buya Syafii takut suasana Pilgub DKI yang tak beradab menular ke Jawa Barat
PDIP bikin solid atau acak-acak koalisi Ridwan Kamil?
Gusdurian sebut Pilkada Jabar 2018 paling rawan ujaran kebencian
Usai bertemu Zulkifli Hasan, Demiz sebut PAN belum sepakat usung Sudrajat-Syaikhu
Belum berkoalisi sama PKS & Gerindra, PAN pantau Demiz dan Ridwan Kamil