LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Megawati dinilai sukses lakukan regenerasi di internal PDIP

Sayangnya, Mega dinilai belum ingin menyerahkan posisi ketua umum.

2015-03-22 14:23:55
Kongres PDIP
Advertisement

Lembaga survei Poltracking Indonesia memaparkan hasil survei pakar dan opinion leader menyongsong Kongres PDI Perjuangan. Dalam survei tersebut terdapat sembilan nama yang digadang-gadang memiliki peluang untuk menjadi Ketua Umum PDI Perjuangan.

Sembilan nama kader yang muncul tersebut adalah Ganjar Pranowo, Hasto Kristianto, Joko Widodo, Maruarar Sirait, Megawati Soekarnoputri, Pramono Anung, Prananda Prabowo, Puan Maharani dan Tjahjo Kumolo.

Pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Ikrar Nusa Bakti mengungkapkan, munculnya banyak nama ini menunjukkan berhasilnya Megawati Soekarnoputri. Namun, sayangnya, putri Presiden Soekarno ini belum bisa menyerahkan posisi Ketua Umum PDI Perjuangan.

"Megawati berhasil melakukan regenerasi di partainya, tapi belum berhasil membuat mereka menggantikan dia," ungkapnya di Hotel Sofyan, Jakarta Pusat, Minggu (22/3).

Dia menambahkan, hasil survei yang menarik lainnya adalah permasalahan PDI Perjuangan adalah isu regenerasi kepemimpinan partai. Karena berdasarkan penilaian pengamat, trah Soekarno tidak harus memimpin partai berlambang banteng moncong putih ini.

"Regenerasi politik tidak melihat trah Soekarno atau pun orang biasa. Bisa dikatakan 90 persen menyebutkan trah Soekarno entah Megawati, Prananda, Puan selalu menduduki posisi paling buncit (dalam aspek penilaian survei Poltracking Indonesia)," jelasnya.

Ikrar mengharapkan, Megawati dan PDI Perjuangan memperhatikan hasil survei ini. Karena yang terpenting dalam kelanjutan partai, tidak harus dipimpin trah Soekarno melainkan melihat kapasitas dan wawasannya.

"Jadi harus melihat kapasitas seseorang, dan wawasan dan sebagainya, buka hanya melihat dia dari trah Soekarno," tutupnya.

Baca juga:
Koster sebut Kongres IV PDIP tidak bakal usik posisi Megawati
Survei Poltracking, trah Soekarno tak direkomendasikan pimpin PDIP
Survei Poltracking, nilai Jokowi tertinggi gantikan Mega pimpin PDIP
PDIP dukung PP pengetatan remisi untuk koruptor direvisi Menkum HAM
Jejak dan titipan partai penguasa di perusahaan negara

(mdk/bal)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.